SUARABOTIM.COM – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus mengintensifkan penanganan anak jalanan (anjal) dengan pendekatan terpadu, mulai dari penertiban di lapangan hingga pemulangan ke keluarga.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Farid Maruf menjelaskan, penanganan anak jalanan dilakukan melalui dua tahapan utama yang melibatkan koordinasi lintas instansi.
“Untuk penanganan anak jalanan, ada dua tahapan yang kami lakukan. Pertama, penanganan di lapangan dengan berkoordinasi bersama Satpol PP untuk penertiban. Mereka kemudian dibawa ke lokasi tertentu, bisa ke mako Satpol PP atau ke tempat kami,” ujar Farid kepada SuaraBotim.Com, Selasa (7/4/2026).
Setelah dilakukan penertiban, Dinsos melakukan asesmen terhadap anak-anak yang terjaring. Proses ini mencakup penelusuran identitas dan latar belakang mereka melalui berbagai metode.
“Setiap anak yang terjaring akan kami lakukan tracking untuk mengetahui asal-usulnya. Jika sudah diketahui keberadaan keluarganya, kami akan berkomunikasi untuk proses pemulangan,” jelasnya.
Farid mengungkapkan, sebagian besar anak jalanan yang terjaring di Kabupaten Bogor berasal dari luar daerah. Namun, jumlahnya bersifat fluktuatif dan tidak menentu.
“Banyak yang berasal dari luar Bogor, dan datanya fluktuatif,” tambahnya.
Bagi anak jalanan yang berasal dari Kabupaten Bogor, Dinsos telah menyiapkan program pembinaan melalui kerja sama dengan mitra.
Nantinya, kata Farid, mereka akan mendapatkan pembekalan agar memiliki keterampilan dan kemampuan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
“Kalau yang berasal dari Bogor, kami titipkan ke mitra untuk dibina dan diberikan pembekalan. Sedangkan yang dari luar daerah, kami upayakan untuk direunifikasi atau dikembalikan ke keluarganya,” tutup Farid.
(Pandu)







