Cibinong, SuaraBotim.Com – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Bogor membuat jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus bekerja ekstra keras. Setelah menangani banjir di Babakan Madang, petugas langsung mengalihkan fokus siaga penuh di wilayah Kecamatan Gunung Putri hingga Jumat (13/2/2026) dini hari.
Siaga penuh ini dilakukan guna mengantisipasi lonjakan debit air kiriman dari hulu Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi yang kerap mengancam perumahan padat penduduk di wilayah timur Bogor tersebut.
Kepala BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, mengungkapkan bahwa timnya terus memantau pergerakan air di titik-titik rawan hingga pukul 02.00 WIB.
“Kami standby penuh di Gunung Putri sampai dini hari tadi. Alhamdulillah, ketinggian air hanya terpantau sebatas mata kaki di beberapa titik jalan dan tidak sampai masuk ke dalam kawasan perumahan warga,” ujar Ade Hasrat.
Selain di Gunung Putri, Ade juga memberikan klarifikasi terkait video banjir di Bojong Koneng yang sempat viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak sebuah kendaraan terseret arus air yang sangat deras di jalanan perumahan.
Ade menjelaskan bahwa kejadian tersebut dipicu oleh jebolnya tanggul saluran air akibat tak kuat menahan debit air yang melonjak drastis.
“Banjir itu karena ada tanggul saluran air yang jebol. Debit air yang besar akhirnya melimpas ke jalan dan masuk ke area perumahan. Namun, kami pastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut,” tegasnya.
Berdasarkan Kajian Risiko Bencana (KRB), Ade memaparkan fakta yang cukup mencengangkan. Meski secara teoritis hanya ada 24 kecamatan yang masuk kategori rawan, namun catatan sepanjang tahun 2025 menunjukkan bahwa seluruh kecamatan di Kabupaten Bogor (40 kecamatan) pernah mengalami bencana.
Intensitas tertinggi masih didominasi oleh wilayah Bogor Selatan dan kawasan Puncak. Mengingat curah hujan yang masih fluktuatif, masyarakat diimbau untuk tidak lengah.
“Kami meminta warga tetap waspada, terutama saat hujan turun dengan durasi lebih dari dua jam. Segera lapor petugas jika melihat ada tanda-tanda potensi bencana di lingkungannya,” pungkas Ade.
(Retza)







