Ciomas, SuaraBotim.com – Sebanyak 131 orang menjadi korban dalam tragedi ambruknya lantai dua sebuah bangunan majelis di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.
Data korban tersebut diambil pada Senin (8/9/25) siang. Dari 131 orang, empat diantaranya meninggal dunia.
Kepala Desa Sukamakmur, Sri Widiarti, menjelaskan bahwa data sementara di posko menunjukkan 4 orang meninggal dunia, termasuk Ibu Yulianti (34) yang wafat saat mendapat perawatan di RS Kota Bogor.
“Mohon doanya, jangan sampai ada tambahan korban meninggal lagi,” ungkapnya kepada SuaraBotim.Com.
Sementara itu, korban luka ringan maupun berat mencapai 127 orang. Sebagian sudah pulang ke rumah, sementara lainnya masih menjalani perawatan di berbagai rumah sakit di Bogor. Ada juga korban yang dirujuk ke RSCM Jakarta untuk mendapatkan penanganan lebih intensif.
Sri Widiarti menambahkan, bangunan majelis tersebut diketahui baru berdiri sekitar tiga bulan lalu dan rutin digunakan untuk kegiatan pengajian ibu-ibu. Diduga, ambruknya lantai dua terjadi akibat kelebihan kapasitas jamaah.
“Bangunan tersebut baru berdiri sekitar tiga bulan lalu. Jumlah jamaah kemungkinan lebih dari 150 orang. Beban terlalu berat sehingga bangunan tidak mampu menahan,” jelasnya.
Saat ini, pemerintah desa bersama tim medis masih fokus pada penanganan korban. Posko darurat terus melakukan pendataan, termasuk bagi warga yang baru melaporkan kondisi kesehatannya setelah kejadian.
Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi warga Desa Sukamakmur dan sekitarnya. Pemerintah desa berharap tidak ada lagi korban jiwa bertambah.
(Pandu)







