SUARABOTIM.COM – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, meninjau SDN 03 Cileungsi, Kabupaten Bogor, yang sebelumnya menerima bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung hasil perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, mulai dari ruang kelas, toilet, mebeler sekolah, hingga penggunaan papan interaktif digital atau Interactive Flat Panel (IFP) sebagai media pembelajaran.
Rudy Susmanto mengatakan, revitalisasi sekolah merupakan bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan yang dilakukan pemerintah pusat pada 2025–2026 atas kebijakan Presiden Republik Indonesia.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bogor, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pemerintah pusat atas kebijakan percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya infrastruktur pendidikan,” katanya kepada SuaraBotim.Com, Selasa (20/10/26).
Rudy menyebut, lebih dari 100 sekolah di Kabupaten Bogor mendapatkan program revitalisasi yang anggarannya bersumber dari APBN. Salah satunya SDN 03 Cileungsi yang kini mengalami perubahan pada sejumlah fasilitas pendidikannya.
“Ruang kelas menjadi lebih rapi, toilet dibangun baru, dan fasilitas mebeler juga jauh lebih baik. Selain itu, penggunaan papan interaktif digital membuat siswa lebih mudah belajar dan guru lebih mudah menyampaikan materi pelajaran,” ujarnya.
Rudy juga menyoroti perkembangan teknologi pendidikan yang kini semakin maju. Jika dahulu kegiatan belajar mengajar masih menggunakan papan tulis dan kapur, kemudian beralih ke papan putih dengan spidol, kini sekolah mulai memanfaatkan teknologi digital.
Ia berharap, peningkatan fasilitas pendidikan tersebut dapat mendorong siswa untuk lebih semangat belajar sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di Kabupaten Bogor.
“Anak-anak inilah masa depan bangsa Indonesia. Kita tidak pernah tahu, di antara mereka yang sedang belajar hari ini, mungkin ada calon Panglima TNI, Kapolri, menteri, bahkan Presiden Republik Indonesia di masa depan,” tuturnya.
Selain mengapresiasi bantuan pemerintah pusat, Rudy turut menyampaikan penghargaan kepada para guru yang telah mendidik generasi penerus bangsa.
Menurut Rudy, peran guru sangat penting dalam membentuk karakter dan memberikan ilmu pengetahuan kepada anak-anak hingga mereka mampu meraih berbagai posisi strategis di masa mendatang.
“Saya pun secara pribadi tidak akan menjadi Bupati Bogor jika tidak dididik dan diberikan ilmu oleh para guru yang membimbing kita sejak kecil,” katanya.
Dalam peninjauan tersebut, Rudy menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor akan mengunjungi sejumlah sekolah dalam beberapa hari ke depan untuk melihat hasil revitalisasi yang bersumber dari APBN maupun APBD.
Kegiatan tersebut dilakukan melalui konsep open house, yakni membuka sekolah yang telah selesai diperbaiki agar hasil pembangunan dapat dilihat secara langsung, bukan dalam bentuk seremoni peresmian.
Khusus di SDN 03 Cileungsi, kata dia, dari enam ruang kelas yang ada, sebanyak empat ruang kelas telah mendapatkan bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat. Dengan demikian, masih terdapat dua ruang kelas yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.
Rudy mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bogor berupaya melakukan kolaborasi dengan pemerintah pusat agar perbaikan fasilitas pendidikan dapat dilakukan secara bertahap dan merata.
“Dari enam kelas, kita sudah dibantu pemerintah pusat empat kelas. Berarti masih kurang dua. Ruangannya harus segera dipenuhi supaya anak-anak kita bisa belajar dengan sistem pengajaran dan standar pembelajaran yang sama, dari kelas satu sampai kelas enam,” jelasnya.
Selain kebutuhan ruang kelas, Rudy juga menanggapi usulan pemasangan pendingin ruangan atau AC untuk meningkatkan kenyamanan siswa selama kegiatan belajar mengajar.
Menurutnya, kondisi cuaca yang semakin panas menjadi salah satu pertimbangan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman di dalam kelas.
Ia menegaskan, fasilitas pendidikan harus terus diperhatikan karena anak-anak merupakan aset paling berharga bagi masa depan daerah maupun bangsa.
“Harta kita yang paling berharga adalah anak-anak kita. Masa depan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan Indonesia harus kita rawat serta didik dengan baik karena merekalah masa depan bangsa,” pungkasnya.
(Pandu Maulana)







