Ciawi, SuaraBotim.Com _ Pasangan nomor urut 02 Bayu Syahjohan -Musyafur Rahman akan gratiskan perizinan serta sertifikasi Halal pada UMKM masyarakat Kabupaten Bogor pada debat Cabup dan Cawabup di IPC PMLI Ciawi, Sabtu (26/10/24) malam.
Calon Bupati dengan nomor urut 01 Bayu Syahjohan beberkan, strategi untuk memperkuat ekonomi lokal yang berada di Kabupaten Bogor dengan memperluas akses permodalan pemasaran dan meningkatkan legalitas usaha UMKM dan peran BUMD, Koperasi, serta BUMDes bisa memastikan setiap desa mampu mengembangkan produk unggulan hingga menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Badan usaha milik desa di 416 yang produktif hanya kurang lebih 5 saja, jika kami memimpin Kabupaten Bogor kita akan hidupkan semua dengan salahsatunya membangun UMKM disetiap desa. UMKM di Kabupaten Bogor rata-rata hanya diberikan pelatihan saja, secara yang tidak berkelanjutan” ungkapnya kepada SuaraBotim.com.
Sementara, Musyafur Rahman menjelaskan, inti dari pembangunan yang berangkat dari desa adalah melakukan pemberdayaan kepada masyarakat dan UMKM adalah bagian dari masyarakat yang tidak bisa di pisahkan.
“Kita mau UMKM yang belum ter legalisasi akan kita bantu perizinannya secara gratis, dan UMKM juga akan kita bantu untuk pembinaan berkelanjutan. setelah kita beri pelatihan dan akan kita dampingi sampai mereka bisa bertahan dan bisa mengembalikan bantuan modal yang diberikan kepada pemerintah,” jelasnya
“Membangun UMKM dan BUMDes bagian dari upaya yang akan kami lakukan kedepan, supaya desa dan rakyat semakin kuat serta masyarakat yang kehilangan pekerjaannya bisa terpenuhi kesejahteraannya,” lanjutnya.
Cawabup nomor urut 01 Ade Ruhandi mengatakan, potensi wisata Kabupaten Bogor sudah bukan lagi bicara lokal, tapi bicara internasional. Dirinya ingin membuat kawasan wisata semacam miniatur dunia
“Siapa yang gatau tentang puncak Bogor, disisi lain kita menikmati alamnya dan sebuah kemacetannya itu menjadi PR kita untuk diselesaikan kedepannya,” ucapnya.
“BUMD pariwisata yang ada akan kami evaluasi, sejauh mana keberhasilannya dan berhubungan parawisata yang berada didesa, secara otomatis dari pelatihan mendukung UMKM akan hidup di kawasan wisata dan akan kita dukung pelatihan tersebut. Bumdes secara otomatis kita perkuat sdm nya, kita berikan permodalannya agar bisa menyelesaikan simpan pinjam yang ada di masyarakat,” tambahnya.
Lanjut, Bayu juga merespon, bahwa dirinya setuju dan akan menjadi kebijakan bersama, tetapi terkait dengan upaya membangun desa lebih setuju kalau memprioritaskan untuk menggratiskan sertifikasi halal UMKM masyarakat.
“Kendala hari ini adalah pemerintahnya tidak melayani kepada masyarakat, mereka tidak mensosialiasaikan dengan baik bagaimana menjadi UMKM yang baik hari ini di Kabupaten Bogor,” paparnya.
“Membina mereka tidak hanya menyuruh mereka melakukan hal yang tidak dimengerti seperti legalitas UMKM nya akan kita beri secara gratis supaya kemudian mereka akan lebih mampu mengakses dunia permodalan,” tambahnya
Bayu juga menyebut, Karena dengan kuasa pemerintah Kabupaten Bogor UMKM bisa diberdayakan sedemikian rupa rintangannya hanya satu yaitu birokrasi.
(pandu steven)







