Cibinong, SuaraBotim.Com – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H, Dinas Peternakan dan Perikanan (Diskanak) Kabupaten Bogor gencar melakukan berbagai upaya untuk menjamin kesehatan dan kelayakan hewan kurban.
Salahsatu langkah utama adalah penyaluran 2.000 dosis vaksin antraks yang diberikan kepada hewan ternak di delapan kecamatan endemis.
Vaksinasi ini difokuskan di wilayah Sukaraja, Cibinong, Klapanunggal, Jonggol, Babakan Madang, Citeureup, Pamijahan, dan Cibungbulang.
“Vaksinasi antraks difokuskan di delapan kecamatan tersebut dengan total 2.000 dosis,” ungkap Medik Veteriner Ahli Muda Tim Kesmavet Diskanak Kabupaten Bogor, drh. Siswiyani, Senin (19/5/25).
Selain vaksinasi, Diskanak juga membentuk Tim Pengamanan Hewan Kurban sebanyak 224 orang. Tim ini terdiri dari 78 penyidik dan paramedik Diskanak, 28 petugas PPS, serta bekerja sama dengan 100 mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan IPB University.
Siswiyani menyebut, bahwa pihaknya juga menggandeng Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat serta Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Wilayah Jabar II.
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan mulai H-30 hingga H-1 Idul Adha, mencakup lapak penjualan, peternakan, dan tempat penggemukan. Hewan yang dinyatakan sehat akan mendapatkan Surat Keterangan Sehat Kurban yang ditandatangani oleh dokter hewan sebagai bukti kelayakan konsumsi.
Siswiyani mengingatkan, panitia dan penjual hewan kurban untuk memenuhi persyaratan perizinan dan menjaga kebersihan lokasi.
“Perizinan harus dipenuhi, dan limbah hewan harus ditangani dengan baik agar tidak mengganggu masyarakat,” jelasnya.
Pihaknya juga akan menggelar workshop penanganan hewan kurban pada 22 Mei 2025. Peserta berasal dari Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan panitia kurban. Materi mencakup cara memilih hewan kurban yang sehat, perlakuan sebelum dan saat penyembelihan, hingga penanganan daging agar memenuhi kriteria ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).
Sosialisasi juga dilakukan melalui surat imbauan, siaran radio di Tegar Beriman, konten videotron, dan pendirian posko di tujuh lokasi, yaitu Dinas Peternakan dan enam UPT Puskeswan di Cibinong, Babakan Madang, Cileungsi, Ciomas, Pamijahan, dan Jasinga.
Pada Hari H dan selama hari Tasyrik, tim pengamanan akan melakukan pemeriksaan antemortem (sebelum disembelih) dan postmortem (setelah disembelih) untuk memastikan hewan kurban sehat dan dagingnya layak dikonsumsi serta menyiapkan mitigasi risiko bila ditemukan hewan yang sakit.
“Jika ada hewan kurban yang sakit, akan dikarantina agar tidak menular ke hewan lain. Pengobatan pun harus memperhatikan masa henti obat agar tidak membahayakan kesehatan manusia,” terangnya.
Sementara, salahsatu warga Cibinong, Wahyu (36), mengapresiasi langkah Diskanak yang memberikan vaksin kepada hewan kurban agar tidak terjadi hal yang tidak dinginkan.
“Saya merasa lebih tenang membeli hewan kurban karena ada jaminan dari pemerintah bahwa hewan yang dijual sudah diperiksa dan divaksin,” ujarnya.
(Pandu)







