Cibinong, SuaraBotim.Com – Hampir dua pekan berlalu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor masih belum mengumumkan hasil pemeriksaan terkait dugaan perselingkuhan yang melibatkan seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Disdik.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rusliandy menjelaskan, bahwa proses pemeriksaan internal masih terus berlangsung dan belum mencapai kesimpulan.
“Masih dalam proses. Kita sudah minta keterangan dari pihak laki-laki, perempuan, anak, dan ibu dari ASN yang bersangkutan,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Senin (23/6/25).
Rusliandy menambahkan, pihaknya juga telah mengagendakan upaya mediasi untuk mempertemukan semua pihak.
“Minggu ini kami coba pertemukan lagi. Kemarin sebenarnya sudah dijadwalkan Jumat, tapi ibunya sedang menjalani pengobatan. Jadi kami jadwalkan ulang secepatnya,” katanya.
Menurut Rusliandy, seluruh pihak terkait sudah dipanggil, dan saat ini tinggal menunggu hasil dari tim pemeriksa Disdik Kabupaten Bogor.
“Tim pemeriksa masih berjalan. Kita berupaya menuntaskan kasus ini dengan hati-hati dan adil,” jelasnya.
Lebih lanjut, kata dia, bahwa ASN perempuan tidak diperbolehkan menjadi istri kedua. Hal tersebut diatur dalam PP Nomor 10 Tahun 1983 junto PP Nomor 45 Tahun 1990.
Sementara untuk ASN laki-laki, pernikahan dengan lebih dari satu istri hanya diperbolehkan jika telah memenuhi syarat tertentu.
“Harus ada izin dari istri pertama, izin dari pejabat pembina kepegawaian, dan syarat akumulatif lainnya. Sampai hari ini belum ada izin tersebut, tapi juga belum terbukti secara hukum,” pungkasnya.
Disdik Kabupaten Bogor berkomitmen untuk menuntaskan pemeriksaan ini secara transparan dan sesuai aturan yang berlaku. Masyarakat diminta bersabar hingga hasil resmi disampaikan oleh tim pemeriksa.
Sebelumnya diberitakan, Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor diduga berselingkuh sesama ASN. Hal tersebut di unggah oleh akun X dengan username @sugarplumpy.
Ketika dikonfirmasi, pemilik akun tersebut mengatakan, bahwa kronologi tersebut terjadi pada bulan Oktober tahun 2024 lalu.
“Ketauannya itu bulan Oktober tahun 2024. Itu berdampak ke mental, trauma juga ya, semua kejadiannya yang udah terjadi itu diliat sama adik juga,” kata pemilik akun saat dikonfirmasi, Minggu (8/6/25).
“Kemudian, kalau ke arah materil karena jarang pulang kan misalnya minta uang atau kebutuhan lainnya kita cuma ngandelin dari mamah juga,” terusnya.
Pemilik akun tersebut juga mengungkapkan, dugaan perselingkuhan itu terbongkar pada tahun 2024 lalu tepatnya pada bulan Oktober.
“Nikah sama mama gue udah 25 tahun. Tapi tahun 2024 kemarin dia putuskan buat bikin ‘babak baru’ dalam hidupnya. Bukan pensiun, bukan. Tapi selingkuh,” tulis @sugarplumpy dalam X.
“Sama temen sekantor. Sesama ASN. Hebat banget ga tuh?!” sambungnya.
Dirinya juga menjelaskan, bahwa ASN tersebut pengawas SMP (S) di Disdik Kabupaten Bogor yang diduga berselingkuh sesama ASN pengawas SD (S).
Pada tahun lalu, si ASN pengawas SMP (S) meminta izin untuk poligami kepada istrinya. Namun, istri S tersebut mengira itu hanya bercanda.
Lebih lanjut, kata dia, sikap S menjadi berbeda dan ketahuan berselingkuh oleh istrinya. Lalu, istri S menemukan chat mesra pada bulan Oktober tahun 2024 lalu.
“Isi chat: ‘iya mih, mas tahu itu privasi’ dan ‘hehe iya sayang’,” tulisnya lagi @sugarplumpy.
Pada 3 Oktober 2024, lanjut dia, S menampar istrinya didepan anak-anaknya dan pada 18 Oktober 2024 memukul menggunakan raket nyamuk.
“Berantem gara-gara mama ga terima bapa gue selingkuh. Untungnya, adik gue berhasil stop aksi tersebut. Memang ga ada luka, tapi luka mentalnya? Udah permanen buat kita semua,” jelas dia.
Ia juga membeberkan, istri S tersebut menemukan nota makan dan belanja jam tangan di The Park Sawangan yang juga tempat tersebut dekat dengan rumah Pengawas SD.
D (24) yang juga pemilik akun X tersebut telah menghubungi pengawas SD (S) secara baik-baik. Namun, nomornya dan keluarganya diblokir.
“Nomor gue, nomor ibu gue. Nomor semua keluarga, diblok semua sama ibu S. Kita ga bisa kontak dia sama sekali. Tapi mereka? Masih asik mesra-mesraan,” bebernya.
Lebih lanjut, D yang merupakan anak pertama dari tiga bersaudara itu memutuskan untuk pindah rumah ke kos agar semuanya baik-baik saja.
“Sejak ketahuan, rumah rasanya dingin. Bukan karena suhu, tapi karena suasananya. Karena ada luka yang ga pernah disembuhin, dan semua orang cuma pura-pura lupa,” kata dia.
Namun, pada awal tahun 2025, S jarang sekali berada di rumah dengan D. S yang sebagai ASN pengawas SMP Disdik Kabupaten Bogor berdalih latihan, pelatihan dan persiapan lomba.
Pada 29 Mei tahun 2025, S meminta izin untuk latihan paduan suara di Pemda dan dicurigai oleh istrinya. S batal berangkat karena tidak dapat bertemu dengan Pengawas SD (S) tersebut.
“Mama udah curiga dan mau ikut. Guess what? Latihannya batal, bapa gue ga jadi berangkat. Fix, prioritas hidupnya sekarang udah beda,” ungkap D.
S sempat pergi dari rumah selama semunggu tanpa kabar. S pun sempat kembali kerumah hanya memberikan uang kepada adik D dan mengobrol soal perceraian dengan istrinya.
Sebelum itu, istri S pernah meminta uang untuk membayar pembantu. S memerintahkan agar membayar memakai uang sendiri karena ingin melakukan perceraian.
“’Pake uang senfiri aja, kan mau cerai,’ dan ‘Iya kalau mama ga mau di madu, ya cerai aja,’” jelas D menirukan.
D juga menegaskan, dirinya tidak akan berhenti sampai ada keadilan untuk ibu dan keluarganya.
“Gue ga akan berhenti sampai keadilan buat ibu dan keluarga gue ditegakkan. Dan kayaknya emang harus lewat sosmed biar dapet atensi,” pungkasnya.
(Pandu)







