SUARABOTIM.COM – Hasil pemeriksaan laboratorium terkait dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dua wilayah Kabupaten Bogor, yakni Cisarua dan Dramaga, hingga Rabu (4/11/2026) belum juga keluar.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor menyebutkan, sampel makanan maupun pemeriksaan terkait dua kejadian tersebut masih dalam proses pengujian laboratorium di Bandung.
Sebelumnya, sebanyak 103 murid di wilayah Cisarua diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG pada Rabu (21/10/2026).
Tak berselang lama, kasus serupa kembali terjadi di wilayah Dramaga. Sebanyak 481 murid dilaporkan mengalami dugaan keracunan MBG pada Selasa (27/10/26).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty, mengatakan hasil laboratorium dari kedua kejadian tersebut hingga kini masih belum diterima.
“Belum keluar. Karena memang harus lebih teliti, itu kan bukan seperti kasus biasa,” kata Fusia kepada wartawan, Rabu (4/11/2026).
Ia menjelaskan, sampel dari kedua lokasi kejadian telah dikirim ke Bandung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Namun, pihaknya belum dapat memastikan kapan hasil pengujian tersebut akan selesai.
“Yang Cisarua dan Dramaga, dua-duanya. Kami tidak bisa memastikan berapa lama lagi karena sampelnya kami kirimkan ke Bandung,” jelasnya.
Menurut Fusia, lamanya proses pemeriksaan berkaitan dengan kebutuhan ketelitian agar hasil laboratorium yang diperoleh lebih akurat.
“Kendalanya lebih ke ketelitian pemeriksaan agar hasilnya lebih pasti. Nanti kalau sudah ada hasilnya, pasti akan kami informasikan,” pungkasnya.
(Penulis: Pandu Maulana)






