Cileungsi, SuaraBotim.com _ Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) angkat bicara terkait Sengketa tanah di Puskesmas Cileungsi yang saat ini beredar. Cileungsi, Kabupaten Bogor. Rabu (23/10/24).
Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Puskesmas Cileungsi Dr Faraitody. I mengatakan, terkait pemasangan banner tersebut tidak mengganggu pelayanan yang berjalan di Puskesmas Cileungsi. “Alhamdulillah tidak ada sampai mengganggu ke pelayanan saat itu, pemasangan banner tersebut pada hari Senin 14:00 dan sorenya sudah diturunkan kembali,” ucapnya kepada SuaraBotim.com.
Dr Faraitody menjelaskan, posisi pemasangan banner sengketa tanah tersebut bukan didepan pintu seakan Puskesmas Cileungsi disegel seperti berita yang beredar. “Spanduk itu adanya di pager yang arah ke Narogong, jadi posisinya itu di luar puskesmas yang juga di tanah negara. Jadi enggak ada yang mengganggu pelayanan,”terangnya.
“Setelah ada pemasangan banner tersebut, tentu kita koordinasi kepada Muspika dan koordinasi dengan pimpinan saya di Dinas kesehatan. Saat itu ada Gerak Cepat (Gercep) dari Dinas Kesehatan untuk mengundang semua stakeholder dari mulai pak camat, kepala Desa Cileungsi, BPN, DPKPP dan Aset inspektorat,” lanjutnya.
Dirinya menyebut, semuanya mendukung untuk percepatan untuk sertifikasi karena semua dokumen yang diperlukan sudah ada. “Pada intinya semuanya mendukung percepatan untuk sertifikasi, karena semua surat dan dokumen yang diperlukan sudah. Sekarang perlu didorong sampai lebih jelas,” katanya.
“Tadi juga pak dewan memberi dukungan kepada kami pihak Puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk percepatan proses sertifikasi, karena Puskesmas Cileungsi ini adalah Kebutuhan masyarakat umum,” lanjutnya.
Dirinya juga menambahkan, pihak Puskesmas Cileungsi bukan pemilik dan hanya menggunakan aset dari Pemda Kabupaten Bogor. “Kalau dengan pemilik kita sudah pernah bertemu saat pemasangan banner, bukan hanya ke kita tetapi sudah ke dinas, aset, desa dan Kecamatan. Itu hak mereka untuk mengklaim, yang jelas Dinas Kesehatan Puskesmas juga punya dokumen,” pungkasnya.
(pandu steven)







