SuaraBotim.Com – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir November 2025 lalu meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat terdampak.
Musibah tersebut menyebabkan hilangnya anggota keluarga, kerusakan rumah, serta lenyapnya harta benda warga di berbagai daerah.
Merespons kondisi tersebut, Gemawana Indonesia (GWI) bersama komunitas Petualang terjun langsung melakukan aksi tanggap darurat bencana di wilayah Aceh dan Sumatra Barat.
Gemawana Indonesia merupakan lembaga organisasi yang berkantor pusat di Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.
Tanggap darurat bencana oleh Tim Gemawana Indonesia dimulai sejak pertengahan bulan November hingga 27 Desember 2025, dengan melakukan persiapan dan pergerakan menuju zona kebencanaan.
Ketua Umum Gemawana Indonesia, Septian Adrianto, mengatakan bahwa bantuan yang diberikan mencakup berbagai sektor kemanusiaan.
“Bantuan yang kami lakukan meliputi operasi SAR (Search and Rescue), trauma healing, dapur umum, bantuan logistik dan makanan siap saji, sekolah darurat, serta penanganan animals disaster di wilayah Sumatra Barat. Sementara di Aceh, kami fokus pada bantuan kemanusiaan, pipanisasi air bersih, renovasi mushola, trauma healing, serah terima Al-Qur’an, serta pendistribusian bantuan logistik sembako,” ujar Septian kepada SuaraBotim.Com, Sabtu (31/1/2026).
Septian menambahkan, Gemawana Indonesia bersama Petualang berkolaborasi dengan berbagai lembaga dan komunitas dalam misi kemanusiaan tersebut dengan mendirikan lima posko bantuan.
Posko-posko ini bertujuan untuk mempercepat tanggap darurat bencana, memenuhi kebutuhan dasar korban, mengurangi penderitaan penyintas, memberikan dukungan psikososial terutama bagi anak-anak, serta membantu penanganan satwa dan hewan ternak terdampak bencana.
Adapun lima posko bantuan tersebut berada di:
1. Posko Logistik Petualang di Perumnas 4 Jl. Salak No. 436, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.
2. Posko Dapur Umum Sinergi Kebaikan Bersama di Komplek TNI AU Rajawali Sultan Sjahrir, Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
3. Posko SAR di Jorong Kayu Pasak Nagari, Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
4. Posko Kemanusiaan Aceh Tamiang di Pesantren Darul Sa’adah, Kampung Sampaimah, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.
5. Posko Aceh Utara di Jalan Medan–Banda Aceh, Cempeudak, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kota Pantonlabu, Kabupaten Aceh Utara.
Founder Petualang, Giok Raya, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas lembaga ini memberikan dampak signifikan terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
“Kolaborasi ini mampu membangkitkan semangat masyarakat terdampak. Selama dua bulan, sejak Desember 2025 hingga Januari 2026, tim terus membersamai warga penyintas hingga proses recovery,” ujarnya.
Sementara itu, Founder sekaligus Komandan SAR Gemawana Indonesia, Sugianto Capunk, mengatakan bahwa relawan ditempatkan di lima zona lokasi untuk memudahkan koordinasi dan distribusi bantuan.
“Kami fokus pada pendistribusian logistik sembako, kebutuhan dapur umum, sandang dan pangan, perlengkapan belajar, trauma healing, pipanisasi air bersih, hunian sementara (huntara), serta kegiatan animals disaster,” jelasnya.
Di wilayah Sumatra Barat, Gemawana Indonesia menurunkan enam personel, yakni Rahmat Arizal, Ridwan Arifin, Ari Triantoro, Bayu Nugroho, Yasyaa Abdul Kahfi, dan Ilham Romadhan, yang bergerak di Kota Padang, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Padang Pariaman.
Sementara di Provinsi Aceh, tujuh personel diterjunkan di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Utara, dengan cakupan enam kecamatan.
Dengan total 13 personel Gemawana Indonesia yang didukung puluhan relawan dari Petualang serta berbagai lembaga dan komunitas, proses pemetaan wilayah dan penyaluran bantuan dapat berjalan lebih efektif.
Di tengah misi kemanusiaan tersebut, Gemawana Indonesia bersama Petualang juga merespons bencana banjir di Kampung Tegal Luhur, Desa Sukamakmur, Kecamatan Teluk Jambe Timur, Kabupaten Karawang, pada 25 Januari 2026, dengan melakukan evakuasi dan penyaluran bantuan logistik sembako.
Selama pelaksanaan misi kemanusiaan di Aceh dan Sumatra Barat, Gemawana Indonesia dan Petualang berkolaborasi dengan berbagai pihak, di antaranya Conservation Action Network (CAN Indonesia), Relawan Gabungan Gunung Putri, Sinergi Kebaikan Bersama, Potensi SAR Banten, FAJI Kabupaten Bogor, Mapala Wanala UNAIR Surabaya, serta puluhan komunitas dan organisasi lainnya.
Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan dapat terus memperkuat solidaritas kemanusiaan dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana di berbagai wilayah Indonesia.
(Pandu)







