Saturday, December 6, 2025
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Suara Bogor

Gubernur Jabar Ungkap Alasan Menangis Lihat Hutan Sakral Bogor Dirusak, Ekosistem Terancam!

by Asep Saepudin Sayyev
March 14, 2025
in Suara Bogor
0
Gubernur Jabar Ungkap Alasan Menangis Lihat Hutan Sakral Bogor Dirusak, Ekosistem Terancam!
Share on FacebookShare on Twitter

Cibinong, SuaraBotim.Com – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi ungkap pentingnya menjaga kelestarian hutan yang di nilai sebagai warisan budaya peradaban Sunda.

Dedi Mulyadi menyatakan, bahwa saat ini hutan masih menjadi peninggalan utama di Bogor uang masih tersisa dan hidup.

READ ALSO

Pamerkan UMKM, Kopkar Indocement Gelar KKI Fest 2025

Tambal Sulam Jalan Kabupaten Bogor Disorot: PUPR Diduga Abaikan Standar Kualitas

“Karena bagi saya hutan itu nilai spiritualitas, dia menjadi pusat ekosistem kehidupannya manusia. Masa pusatnya diganggu, kan ga boleh,” ucapnya kepada SuaraBotim.Com, Jum’at (14/3/25).

Menurutnya, lanjut Dedi, dalam tradisi Sunda, hutan dibagi menjadi empat jenis yang memiliki nilai sakral.

“Pertama Leweung Tutupan, itu Leuweung (Hutan) tidak boleh tersentuh disebutnya Taman Nasional,” ujarnya.

Kedua Leuweung Titipan dibawah taman nasional, itu hutan lindung, ketiga Leuweung Awisan ini cadangan kalau yang keempat sudah habis dan terakhir Leuweung Garapan.

“Ini areal-areal sakral yng tidak boleh diganggu. Makanya saya nangis kenapa? Karena areal yg kita sakralkan diganggu. Kenapa? Karena ini pusat ekosistem di sini. Jadi kalau ekosistem diganggu, maka terganggu juga ekosistem, nanti lahir penyakit segala macam,” ungkapnya.

Dedi menjelaskan, bahwa pemahaman tentang hutan yang diwariskan oleh nenek moyang, meskipun tidak dijelaskan dengan bahasa ilmiah, sudah mencakup pemahaman yang dalam tentang keseimbangan alam.

“Dulu orang tua kita belum bisa menerjemahkan dalam bahasa ilmiah seperti hari ini. Kita fokus areal yg mestinya hutan, menjadi hutan,” katanya

“Are yang bisa digunakan untuk garapan tadi ya tidak masalah yang tidak boleh itu hutan garapan tidak boleh masuk areal tutupan. Kan ada aturannya,” tutupnya.

(pandu)

Tags: Dedi Mulyadi

Related Posts

Pamerkan UMKM, Kopkar Indocement Gelar KKI Fest 2025
Suara Bogor

Pamerkan UMKM, Kopkar Indocement Gelar KKI Fest 2025

December 5, 2025
Tambal Sulam Jalan Kabupaten Bogor Disorot: PUPR Diduga Abaikan Standar Kualitas
Suara Bogor

Tambal Sulam Jalan Kabupaten Bogor Disorot: PUPR Diduga Abaikan Standar Kualitas

December 2, 2025
Jelang Nataru, Harga Cabai Rawit di Pasar Melonjak
Suara Bogor

Jelang Nataru, Harga Cabai Rawit di Pasar Melonjak

December 2, 2025
Sukses, Malam Anugerah Jurnalisme Istimewa PWI Bogor Ajang Regenerasi Jurnalis Muda
Suara Bogor

Sukses, Malam Anugerah Jurnalisme Istimewa PWI Bogor Ajang Regenerasi Jurnalis Muda

December 2, 2025
SKI Solusi Literasi Budaya: Senam Kebudayaan Indonesia Resmi Diluncurkan di Bogor
Suara Bogor

SKI Solusi Literasi Budaya: Senam Kebudayaan Indonesia Resmi Diluncurkan di Bogor

December 2, 2025
Mitigasi Longsor dan Suplai Oksigen, Pemkab Bogor Perluas Penanaman Bambu
Suara Bogor

Mitigasi Longsor dan Suplai Oksigen, Pemkab Bogor Perluas Penanaman Bambu

December 2, 2025
Next Post
Blewah, Buah Segar yang Selalu Jadi Primadona di Meja Saat Buka Puasa

Blewah, Buah Segar yang Selalu Jadi Primadona di Meja Saat Buka Puasa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • Pamerkan UMKM, Kopkar Indocement Gelar KKI Fest 2025
  • Ayu Fitriani Jadi Bintang, Atletik Kabupaten Bogor Kumpulkan Emas di Hari Pertama
  • Tambal Sulam Jalan Kabupaten Bogor Disorot: PUPR Diduga Abaikan Standar Kualitas
  • Tersambar Petir! Pekerja Bangunan di Tenjo Bogor Tewas Diduga Gegara Sinyal Ponsel

Newsletter

  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?