SUARABOTIM.COM – Kondisi arus lalu lintas di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, pada libur Lebaran, Selasa (24/3/2026), terpantau mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya.
Meski demikian, rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) tetap diberlakukan secara situasional untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan wisata.
Kasat Lantas Polres Bogor, Iptu Afif Widhi Ananto, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerapkan sistem one way dari arah Jakarta menuju Puncak sejak pukul 08.00 WIB guna mengakomodasi arus wisatawan.
“Kami laporkan kondisi terkini arus lalu lintas di wilayah Puncak, pada pukul 08.00 WIB kami melakukan one way dari arah Jakarta menuju Puncak untuk mengakomodir arus wisata,” ujar Iptu Afif.
Ia mengungkapkan, puncak arus wisata terjadi pada Senin (23/3/2026), dengan jumlah kendaraan yang melintas mencapai sekitar 90 ribu unit dalam 24 jam. Angka tersebut meningkat sekitar 10 ribu kendaraan dibandingkan hari sebelumnya, Minggu (22/3/2026).
Namun, pada hari ini terjadi penurunan volume kendaraan. Hingga pukul 09.00 WIB, arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Puncak tercatat menurun sekitar 25 persen dibandingkan hari sebelumnya.
“Untuk hari ini sampai dengan pukul 09.00 WIB, arus wisata yang menuju Puncak menurun dibandingkan kemarin. Penurunannya sekitar 25 persen,” jelasnya.
Iptu Afif juga menyebutkan, pada waktu yang sama di hari sebelumnya, jumlah kendaraan telah mencapai sekitar 8.000 unit. Sementara hari ini, jumlahnya berkurang sekitar 3.000 kendaraan.
Meski terjadi penurunan, sejumlah titik rawan kemacetan tetap menjadi perhatian petugas, di antaranya Pasir Muncang, Megamendung, dan Pasar Cisarua.
Untuk mengantisipasi kepadatan dan hambatan lalu lintas, Polres Bogor bersama Polda Jawa Barat dan Mabes Polri mengerahkan sebanyak 250 personel yang disebar di sepanjang 22,5 kilometer jalur Puncak.
“Kami menggelar 250 personel untuk mengantisipasi crossing kendaraan maupun hambatan yang memperlambat arus lalu lintas,” kata Iptu Afif.
Terkait durasi penerapan sistem one way, Afif menegaskan bahwa kebijakan tersebut bersifat situasional, bergantung pada volume kendaraan yang melintas.
“Penerapan one way masih situasional, kami melihat dari traffic counting Jasa Marga serta volume kendaraan dari arah Cianjur dan Bandung yang akan menuju Jakarta,” ujarnya.
Selain itu, pihak kepolisian juga terus melakukan koordinasi dengan Polres Cianjur serta memantau langsung kondisi di sejumlah titik wisata seperti Gunung Mas dan Agrowisata Gunung Mas.
Dengan pemantauan intensif dan rekayasa lalu lintas yang fleksibel, diharapkan arus kendaraan selama libur Lebaran di kawasan Puncak tetap lancar dan terkendali.
(Pandu)







