SuaraBotim.Com – Sejumlah harga kebutuhan dapur di Pasar Cibinong mengalami kenaikan harga yang signifikan, bahkan disebut pedagang sebagai “pindah harga”, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Kenaikan drastis ini dikeluhkan oleh penjual dan pembeli karena berdampak langsung pada daya beli masyarakat serta omzet pedagang.
Salah satu komoditas yang mengalami lonjakan paling tajam adalah cabai rawit merah, yang harganya melonjak dari Rp30 ribu kini mencapai Rp70 ribu per kilogram.
Salah satu penjual sayur mayur di Pasar Cibinong, Teddy (45), yang telah berjualan selama 30 tahun, mengatakan bahwa kenaikan harga mulai terjadi sejak satu bulan terakhir dan kini semakin tinggi.
“Menjelang tahun baru ada kenaikan semua. Cabai rawit merah harga Rp30 ribu sekarang sampai Rp70 ribu. Bawang merah dari Rp35 ribu sekarang Rp50 ribu. Cabai keriting dari Rp35 ribu jadi Rp60 ribu,” katanya kepada SuaraBotim.Com, Selasa (2/12/25).
Teddy menyebut, kenaikan ini sudah tidak lagi wajar. “Kalau naik itu Rp1.000–Rp2.000. Ini namanya pindah harga,” ucapnya.
Tak hanya cabai, beberapa jenis sayuran lain juga ikut naik cukup drastis. Wortel yang biasanya Rp10 ribu per kilogram kini bisa mencapai Rp17 ribu.
“Timun dari harga Rp5–6 ribu kini melonjak menjadi Rp12 ribu per kilogram. Sedangkan untuk ikan toman, harganya disebut masih stabil dan belum mengalami kenaikan,” jelasnya.
Kenaikan harga ini, menurut Teddy, terjadi karena faktor cuaca dan kondisi pertanian di wilayah pemasok.
“Kenaikan ini mungkin karena di sana petaninya musim hujan, cuacanya kurang bagus, kena hama juga jadi sayurannya jelek dan harga jadi naik,” katanya.
Teddy mengungkapkan, kondisi seperti ini berdampak pada penurunan jumlah pembeli, terutama pada hari biasa, menyebabkan penurunan omzet sekitar 30–50 persen.
Meski sering mendapat keluhan dari pembeli terkait mahalnya harga, Teddy mengaku tidak bisa berbuat banyak.
“Ada komplain kemahalan lah apa lah, tapi ya memang dari sananya sudah mahal. Saya nggak bisa nurunin harga karena di pusatnya juga mahal,” tutupnya.
(Pandu)







