SUARABOTIM.COM – Aksi tawuran dua kelompok remaja nyaris terjadi di Jalan Alternatif Cileungsi-Cibubur, tepatnya di depan kantor kecamatan lama dan BPN, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin (2/3/2026) dini hari sekitar pukul 02.15 WIB.
Beruntung, aparat kepolisian yang tengah berpatroli cepat membubarkan massa sehingga bentrokan tidak sempat terjadi.
Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, mengatakan pihaknya menerima informasi adanya sekelompok remaja yang diduga akan melakukan tawuran pada dini hari tersebut.
Mendapat laporan itu, petugas langsung bergerak ke lokasi sambil menyalakan sirine kendaraan patroli.
“Sekitar pukul 02.15 WIB kita mendapat informasi. Saat petugas datang dan menyalakan sirine, kurang dari lima menit mereka langsung membubarkan diri. Jadi belum sempat terjadi tawuran, baru berhadapan,” ujar Kompol Edison saat dikonfirmasi SuaraBotim.Com.
Menurutnya, kedua kelompok remaja tersebut sudah saling berhadapan dan diduga membawa sejumlah benda seperti kayu, bambu, hingga senjata tajam. Jumlah remaja yang terlibat diperkirakan sekitar 20 orang dan sebagian merupakan warga sekitar lokasi kejadian.
“Anak-anak yang terlibat kurang lebih 20 orang. Mereka berjalan kaki, tidak menggunakan kendaraan. Satu kelompok diduga anak-anak sekitar situ, sementara kelompok lainnya masih dalam penelusuran,” jelasnya.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi untuk memastikan asal-usul kelompok lawan, termasuk kemungkinan berasal dari wilayah Kampung Sawah atau daerah lain.
Dalam peristiwa tersebut, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Polisi juga tidak mengamankan pelaku karena kedua kelompok langsung melarikan diri saat petugas tiba di tempat kejadian perkara (TKP).
Kompol Edison menegaskan, sesuai perintah Kapolres Bogor, pihaknya terus meningkatkan patroli, khususnya pada jam-jam rawan selama bulan Ramadan, seperti menjelang sahur, berbuka puasa, tarawih, hingga setelah salat subuh.
“Kami akan meningkatkan patroli di daerah-daerah tertentu yang rawan. Kami juga mengimbau warga agar tidak mudah terpancing provokasi, terutama jika ada orang luar yang sengaja datang untuk memancing keributan,” tegasnya.
Ia turut meminta peran aktif para ketua RT dan orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya, khususnya pada waktu menjelang sahur, agar tidak keluar rumah pada jam-jam rawan yang berpotensi memicu aksi tawuran.
“Kami mengimbau kepada para RT serta para orang tua agar menjaga anaknya di saat menjelang sahur. Jangan sampai keluar rumah di jam-jam tersebut,” tutupnya.
(Pandu)







