SUARABOTIM.COM – Hari perdana operasional Kabogor Electric Bus dengan trayek Bojonggede–Sentul terpantau masih sepi penumpang, Senin (6/4/2026).
Minimnya antusias masyarakat diduga karena layanan transportasi baru ini belum banyak diketahui publik.
Sopir Kabogor Electric Bus, Ari Ramadhan mengungkapkan, pada pagi hari jumlah penumpang masih belum maksimal. Namun, ia melihat mulai ada peningkatan dari kalangan pelajar yang memanfaatkan layanan tersebut.
“Untuk antusias masyarakat mungkin karena mayoritas belum banyak yang tahu. Tapi tadi anak-anak sekolah sudah mulai menggunakan, itu cukup bagus,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com.
Pada hari pertama operasional, layanan bus listrik ini difokuskan untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang berangkat kerja dan pelajar. Bus mulai beroperasi sejak pukul 05.00 WIB dari titik awal di Stasiun Bojonggede hingga Terminal Sentul.
Dalam satu hari, bus dijadwalkan melakukan dua perjalanan (rit). Pada shift pagi, bus beroperasi hingga sekitar pukul 11.00 WIB, kemudian dilanjutkan kembali siang hingga sore hari setelah pengisian daya (charging) di garasi.
“Mobil kembali ke garasi hanya untuk pengisian daya, setelah itu beroperasi lagi. Kita optimalkan untuk jam berangkat kerja dan pulang sekolah,” jelas Ari.
Untuk menjaga ketertiban dan menghindari gesekan dengan angkutan umum lain seperti angkot, Kabogor Electric Bus hanya menaikkan dan menurunkan penumpang di halte yang telah ditentukan.
Adapun rute yang dilalui dimulai dari Bojonggede menuju Bambu Kuning, Tegar Beriman, Cibinong City Mall (CCM), kemudian berputar ke arah Pekansari, melintasi Jalan Alternatif Sentul, Tugu Pancakarsa, Sentul International Convention Center (SICC), hingga berakhir di AEON Mall Sentul City.
“Rute ini memang tidak melalui jalan tol, tetapi menyasar wilayah yang belum terjangkau transportasi umum,” jelasnya.
Saat ini, operasional bus masih dalam tahap uji coba dan belum dikenakan tarif alias gratis. Meski demikian, calon penumpang diimbau untuk mulai menyiapkan kartu uang elektronik (e-money) sebagai akses masuk bus.
“Untuk sementara masih sosialisasi. Ke depan penumpang harus menggunakan kartu e-money untuk tap in, bukan untuk pembayaran, tapi untuk pendataan jumlah penumpang,” ucap Ari.
Satu unit bus mampu menampung sekitar 20 penumpang duduk dan hingga 30 orang termasuk berdiri. Jika kapasitas penuh, petugas tetap akan berhenti di halte namun memberikan tanda bahwa bus sudah tidak dapat menerima penumpang tambahan.
Dengan interval keberangkatan sekitar 20 hingga 30 menit antarbus, pihak pengelola akan terus melakukan evaluasi berdasarkan jumlah penumpang dan kebutuhan di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Bogor berharap kehadiran Kabogor Electric Bus dapat menjadi solusi transportasi ramah lingkungan sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah, khususnya di jalur Bojonggede–Sentul.
(Pandu)







