Cibinong, SuaraBotim.Com – Puluhan benda pusaka dari berbagai kerajaan di Nusantara dipamerkan di Atrium Cibinong City Mall (CCM), Kabupaten Bogor, Selasa (10/6/25). Pameran ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543.
Pameran bertajuk “Pusaka Nusantara: Menelusuri Jejak Sejarah Bogor” ini akan berlangsung hingga 15 Juni 2025. Selama enam hari, pengunjung diajak menyelami perjalanan sejarah dan budaya dari berbagai kerajaan, khususnya yang memiliki keterkaitan erat dengan Bogor.
Benda-benda pusaka yang dipamerkan berasal dari tiga wilayah, yaitu Kabupaten Bogor, Sumedang, dan Cirebon. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah replika Mahkota Binokasih, simbol kehormatan Kerajaan Pajajaran yang kini dijaga oleh Kesultanan Sumedang Larang.
Radya Anom Sumedang Larang, Luky Djohari Soemawilaga, menjelaskan bahwa sejumlah pusaka penting dibawa langsung dari Sumedang untuk memperkuat narasi sejarah dan hubungan emosional antara Sumedang dan Bogor.
“Dari Keraton Sumedang Larang, kami membawa keris Ki Dukun, keris milik Prabu Gajah Agung, Mahkota Binokasih, golok Curuk Aul milik Eyang Jaya Perkasa, keris Panunggul Naga milik Pangeran Angka Wijaya, hingga Kujang Naga yang merupakan simbol raja-raja Sunda,” jelasnya.
Menurut Luky, Mahkota Binokasih diserahkan oleh Kerajaan Pajajaran kepada Sumedang Larang pada 22 April 1578 sebagai bentuk estafet kekuasaan dan pelestarian budaya Sunda. Mahkota ini dianggap sebagai warisan penting bukan hanya bagi Sumedang, tapi juga bagi seluruh Tatar Sunda, termasuk Bogor dan Ciamis.
“Kami ingin berkontribusi dalam peringatan Hari Jadi Bogor ke-543 ini. Kami sadar bahwa sejarah Bogor dan Sumedang Larang tidak bisa dipisahkan. Ada ikatan emosional dan historis yang kuat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, bahwa kegiatan ini bukan sekadar pameran, melainkan bentuk partisipasi spiritual dan kebudayaan dalam menyatukan kembali frekuensi sejarah di antara daerah-daerah yang memiliki akar budaya yang sama.
Sementara, Salah satu pengunjung pameran, Beni Sitompul (59), warga Cilebut yang telah menetap di Bogor sejak 1985, mengaku takjub dengan koleksi pusaka yang ditampilkan.
“Luar biasa, ini menambah wawasan. Saya baru pertama kali melihat replika Mahkota Binokasih. Dulu saya dari Medan, dan kita tahu Sumatera punya sejarah seperti Sisingamangaraja. Di Jawa Barat juga ternyata punya sejarah kerajaan yang luar biasa,” ujarnya.
Beni juga mengucapkan, pameran seperti ini penting untuk generasi muda agar tidak melupakan sejarah.
“Jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Setiap daerah punya kekhasan dan kebanggaan masing-masing. Ini penting untuk dipelajari,” pungkasnya.
Pameran benda pusaka ini menjadi bukti nyata bahwa warisan budaya Indonesia sangat kaya dan beragam. Melalui momentum HJB ke-543, masyarakat diharapkan semakin mencintai dan melestarikan sejarah leluhur.
(Pandu)







