Sukamakmur, SuaraBotim.Com – Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, H. Mulyadi, menyoroti persoalan tanah yang terjadi di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.
Menurutnya, permasalahan yang melibatkan dua desa di wilayah tersebut harus segera mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat maupun daerah.
Mulyadi menyebut, dua desa di Kecamatan Sukamakmur yang tengah menghadapi sengketa lahan itu juga berbatasan langsung dengan wilayah Babakan Madang.
Ia menilai, situasi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat apabila tidak segera ditangani dengan baik.
“Itu sudah saya sampaikan dalam rapat fraksi dan rapat internal partai agar persoalan tanah di Sukamakmur ini benar-benar mendapat atensi,” ujar Mulyadi kepada SuaraBotim.Com, Jum’at (10/10/25).
Sebagai anggota Komisi XI DPR RI yang membidangi sektor keuangan dan perbankan, Mulyadi berkomitmen untuk turut mencari solusi konkret.
Ia berencana menjalin komunikasi dengan Gubernur Bank Indonesia (BI) guna membahas langkah-langkah penyelesaian yang tidak merugikan masyarakat.
“Kebetulan saya berada di Komisi XI. Saya akan coba buka komunikasi dengan Gubernur Bank Indonesia agar bisa mencari solusi bersama, supaya masyarakat tidak dirugikan,” tegasnya.
Mulyadi menambahkan, persoalan tanah di wilayah Kabupaten Bogor, termasuk Sukamakmur dan Babakan Madang, kerap menjadi polemik berkepanjangan karena melibatkan banyak pihak.
Oleh karena itu, ia mendorong adanya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga terkait agar masalah pertanahan bisa diselesaikan secara adil dan transparan.
(Pandu)







