Cibinong, SuaraBogor.com – Kabupaten Bogor tercatat sebagai salahsatu penyumbang kasus tuberkulosis (TBC) tertinggi di Provinsi Jawa Barat.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menekankan, pentingnya penanganan serius dan terstruktur dalam upaya menekan angka penyebaran penyakit menular tersebut.
“Kalau dilihat dari jumlah angka, memang Kabupaten Bogor tertinggi se-Jawa Barat. Misalnya, kalau di Kabupaten Bogor ada 15 kasus, di Kota Bogor atau Depok ada 12. Meski selisihnya hanya sedikit, secara angka tetap kita yang tertinggi,” katanya kepada SuaraBotim.Com, Senin (16/6/25).
Namun, Rudy juga menegaskan, bahwa jumlah penduduk harus menjadi pertimbangan dalam membaca data tersebut.
“Penduduk Kabupaten Bogor hampir enam kali lipat dibanding Kota Bogor atau Depok, yang hanya sekitar satu juta jiwa. Meski begitu, kita tidak hanya melihat dari sisi angka. Berapa pun kasusnya, kita harus bersama-sama berjuang menuntaskan TBC, karena ini masuk dalam program prioritas nasional Astacita Presiden Prabowo,” ujarnya.
Dalam upaya penanggulangan, lanjut Rudy, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kini fokus pada deteksi dini melalui skrining di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
“Yang kita fokuskan hari ini adalah bagaimana penanganan TBC bisa disaring sejak awal di tingkat puskesmas. Maka dari itu, kami sudah menyiapkan beberapa puskesmas untuk melakukan skrining awal. Jika dari puskesmas sudah dipastikan TBC, baru kami rujuk ke RSUD,” jelasnya.
Terkait kerja sama penanggulangan TBC, Rudy juga menyebut pentingnya kolaborasi dengan lembaga nasional dan internasional. Salah satunya adalah dukungan program vaksin TBC yang melibatkan yayasan milik tokoh filantropi global seperti Bill Gates.
Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan peningkatan layanan deteksi dini dan edukasi masyarakat sebagai kunci untuk menurunkan angka TBC dalam beberapa tahun ke depan.
(Pandu)







