Gunung Putri, SuaraBotim.Com – Dua orang pedagang cilok mengalami luka bakar akibat ledakan tabung gas elpiji 3 kilogram di sebuah kontrakan yang berada di Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (7/2/2026) pukul 07.30 WIB.
Ketua RT setempat, Agus mengatakan, dirinya menerima laporan dari warga terkait adanya ledakan gas di dalam kontrakan tersebut.
“Saya dapat laporan dari warga ada gas meledak. Tanpa pikir panjang, saya langsung membawa mobil ambulans ke lokasi,” ujar Agus kepada SuaraBotim.Com.
Namun, Agus menjelaskan, saat kejadian korban bernama Japar baru saja bangun tidur, sementara Eko masih tertidur. Diduga, gas elpiji telah bocor sejak malam hari. Ketika Japar menyalakan kompor untuk merebus jamu, ledakan pun terjadi.
“Sepertinya gas sudah bocor dari semalam. Japar mau nyeduh jamu pakai kompor, lalu langsung meledak,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, kedua korban mengalami luka bakar. Japar mengalami luka bakar cukup parah, sementara Eko juga mengalami luka namun kondisinya lebih ringan. Keduanya diketahui berprofesi sebagai pedagang cilok dan langsung dilarikan ke RSUD Bhakti Padjajaran untuk mendapatkan perawatan medis.
Diketahui, korban Japar (56) baru sekitar enam bulan tinggal di kontrakan tersebut, sedangkan Eko (41) sudah dua tahun menetap di lokasi kejadian.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Polsek Gunung Putri, Desa Tlajung Udik, Aiptu Ari Hidayat, membenarkan adanya peristiwa ledakan gas tersebut.
Ia menyebut, ledakan diduga kuat disebabkan oleh kebocoran tabung gas elpiji 3 kilogram akibat regulator yang rusak.
“Kebocoran gas diduga berasal dari regulator tabung gas yang berada di gerobak cilok. Saat korban menyalakan kompor untuk membuat jamu, lalu terjadi ledakan,” kata Ari Hidayat.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan tabung gas elpiji, terutama dengan memastikan kondisi regulator dan selang dalam keadaan aman untuk mencegah kejadian serupa.
(Pandu)







