Cibinong, SuaraBotim.Com – Kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi mendapat sorotan positif dari berbagai kalangan.
Keduanya dinilai menunjukkan kinerja cepat, responsif, serta terbuka terhadap permasalahan masyarakat Kabupaten Bogor.
Pengamat kebijakan publik sekaligus Founder Lembaga Studi Visi Nusantara Maju (Vinus), Yusfitriadi, menilai duet Rudy–Ade sebagai pemimpin daerah yang memiliki gaya kerja “satset” atau sigap dan langsung bertindak.
“Saya sering mengatakan, saya belum pernah menemukan Bupati dan Wakil Bupati yang satset seperti ini. Begitu ada persoalan, tidak menunggu lama, langsung turun ke lapangan dan langsung dibereskan,” ujar Yusfitriadi kepada SuaraBotim.Com, Rabu (21/1/2026).
Menurutnya, Bupati dan Wakil Bupati Bogor periode saat ini tidak sekadar mendengar keluhan masyarakat, tetapi hadir langsung untuk menyelesaikan persoalan yang ada. Hal tersebut dinilai sebagai bentuk kepemimpinan yang responsif dan berpihak kepada rakyat.
“Dia datang, dia langsung bereskan. Jadi saya menyebut, satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati ini benar-benar satset. Responsnya sangat cepat,” katanya.
Selain kecepatan respon, Yusfitriadi juga menyoroti aspek transparansi yang dinilai semakin kuat di bawah kepemimpinan Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi. Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Bogor aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana keterbukaan informasi publik.
“Kalau saya hitung, ada sekitar lima akun media sosial yang dikelola Pemkab Bogor. Ada akun resmi Pemkab, akun Bupati, akun Pemerintah, hingga akun pendukung lainnya. Kami di Vinus cukup rajin memantau akun-akun tersebut setiap hari,” jelasnya.
Dari aktivitas media sosial itu, lanjut Yusfitriadi, publik dapat dengan jelas melihat kegiatan Bupati, Wakil Bupati, serta jajaran Pemkab Bogor. Hal ini dinilai sebagai bentuk keterbukaan informasi yang belum terlihat pada periode sebelumnya.
“Minimal masyarakat bisa mengetahui aktivitas Pemkab Bogor lewat akun-akun tersebut. Ini yang sebelumnya tidak kita lihat,” ungkapnya.
Tak hanya itu, pemerataan pembangunan juga menjadi perhatian Yusfitriadi. Ia menilai langkah awal kepemimpinan Rudy–Ade yang langsung membenahi Jalan Malasari sebagai bukti nyata komitmen pembangunan yang merata.
“Jalan Malasari itu berada di ujung barat Kabupaten Bogor, perbatasan dengan Sukabumi, yang selama ini nyaris tidak pernah tersentuh. Bahkan mungkin banyak masyarakat baru tahu kalau kantor Bupati Bogor pertama ada di Malasari,” tuturnya.
Menurut Yusfitriadi, langkah tersebut menunjukkan keberanian dan komitmen Bupati Bogor untuk membuka, mempromosikan, dan mensosialisasikan wilayah-wilayah yang selama ini terpinggirkan.
“Bagi saya, baru kali ini ada Bupati Bogor yang benar-benar membuka itu ke publik,” pungkasnya.
(Pandu)







