Sukamakmur, SuaraBotim.Com – Kondisi jalan yang berada di wilayah Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor, kembali menjadi sorotan.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, bahkan menyebut jalur tersebut terasa seperti menaiki wahana roller coaster karena banyaknya jalan berlubang dan bergelombang.
“Tadi kita seperti di roller coaster. Tapi insyaallah, seperti yang disampaikan Pak Bupati, perbaikan jalan ini sudah masuk dalam IJD (Instruksi Presiden Jalan Daerah) tahun ini,” ujar Sastra Winara kepada SuaraBotim.Com, Kamis (21/8/25).
Namun, Sastra menilai pengerjaan perbaikan jalan kemungkinan tidak bisa diselesaikan sepenuhnya pada tahun 2025. Ia berharap pemerintah pusat bisa menuntaskan proyek tersebut pada tahun berikutnya.
“Kalau melihat waktu, sepertinya tidak selesai tahun ini. Insyaallah tahun depan akan dilanjutkan,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah berkomitmen memperbaiki jalan rusak yang menghubungkan Citeureup – Sukamakmur, Kabupaten Bogor.
Perbaikan jalan tersebut masuk dalam Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) tahun 2025, dengan total anggaran mencapai Rp74 miliar yang bersumber dari pemerintah pusat.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, bahwa jalur utama tersebut memang banyak dikeluhkan masyarakat karena kondisinya dipenuhi lubang. Namun, ia memastikan perbaikan segera dilakukan bertahap.
“Alhamdulillah jalan yang kita lalui walaupun banyak lubang, untuk perbaikannya sudah masuk dalam program IJD tahun 2025,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com saat Kunjungan Kerja di Kecamatan Sukamakmur, Rabu (20/8/25).
“Jika pengerjaan tidak terselesaikan pada Desember, maka sebagian akan dilanjutkan di tahun 2026. Jadi perbaikannya dibagi dalam dua segmen,” terusnya.
Rudy menjelaskan, proyek perbaikan jalan ini akan dilaksanakan langsung oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Ia berharap masyarakat bersabar karena pengerjaan membutuhkan waktu.
“Total anggarannya Rp74 miliar dari pemerintah pusat, pelaksanaannya juga oleh pusat. Tetapi kami di Pemkab Bogor tetap mendukung, termasuk melalui APBD Perubahan 2025 untuk memperhatikan potensi infrastruktur lain yang mendesak, khususnya di wilayah Bogor Timur,” jelasnya.
Namun, ia juga menjelaskan, bahwa Pemkab Bogor akan terus mempercepat pembangunan infrastruktur lainnya, termasuk bidang pendidikan dan kesehatan.
“Komitmen kita bersama adalah membangun Kabupaten Bogor di 40 kecamatan, 435 desa dan kelurahan. Butuh kerja sama semua pihak dan dukungan masyarakat agar Bogor ke depan lebih aman, maju, adil, dan makmur,” ungkapnya.
(Pandu)







