Cibinong, SuaraBotim.com — Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Ferry Roveo Checanova, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Cibinong atas lemahnya pengawalan terhadap aspirasi warga, khususnya terkait pembangunan fasilitas pendidikan seperti SMP Negeri 5.
Dalam pernyataannya, Ferry secara terbuka mengakui adanya kelalaian dalam mengawal aspirasi masyarakat yang sudah disampaikan berulang kali. Ia juga mengkritik kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang dianggap kurang serius menindaklanjuti usulan warga.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Cibinong yang telah berkali-kali menyampaikan aspirasinya. Tapi saya juga harus mengakui bahwa saya gagal mengawal aspirasi itu dengan baik. Saya merasa lemah setelah mendapat kritik dari warga,” ujar Ferry kepada SuaraBotim.com, Rabu (16/7/25).
Menurut Ferry, dirinya tidak merasa marah kepada masyarakat, justru sebaliknya, masyarakatlah yang berhak marah kepada dirinya sebagai wakil rakyat yang digaji oleh rakyat.
“Bukan saya yang harus marah ke masyarakat, justru mereka yang berhak marah kepada saya. Saya ini digaji oleh rakyat, dan saya marah ke SKPD karena mereka tidak menindaklanjuti aspirasi yang sudah kami perjuangkan,” tegasnya.
Ferry mengungkapkan, aspirasi pembangunan SMPN 5 Cibinong sudah diajukan sejak empat tahun lalu dan sempat teranggarkan di tahun 2024. Namun karena adanya refocusing anggaran, alokasi tersebut hilang dan tidak bisa direalisasikan di tahun 2025 seperti yang direncanakan.
“SMPN 5 itu sudah dianggarkan tahun kemarin. Harusnya tahun 2025 sudah sampai ke tahap pembebasan lahan agar pembangunan bisa dimulai. Sekarang siswa-siswi yang belajar di lokasi jauh sudah kelas 3. Apa kerja saya kalau hal seperti ini saja tidak bisa saya kawal?” katanya.
Ferry menegaskan, bahwa mulai saat ini ia akan lebih tegas dalam mengawal setiap aspirasi masyarakat, terutama yang bersifat mendesak dan menyentuh kebutuhan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.
“Saya berharap ke depan, SKPD bisa memprioritaskan usulan-usulan yang benar-benar urgent, seperti pembangunan sekolah dan puskesmas. Kalau lahannya sudah ada, kenapa masih sulit dibangun?” ujarnya.
Ia juga berkomitmen, bahwa pengawalan terhadap aspirasi warga akan diperkuat, dan proyek-proyek yang berskala prioritas tidak boleh lagi terabaikan.
(Pandu)







