Gunung Putri, SuaraBotim.Com – Meski dinilai masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah (PR) oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Desa Gunung Putri tetap optimistis mampu meraih hasil terbaik dalam ajang Anugerah Gapura Sribaduga tingkat Provinsi Jawa Barat.
Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah bersikap pesimistis dalam setiap kompetisi yang diikuti oleh desa.
“Kalau kami, Pemerintah Desa Gunung Putri tidak pernah pesimis. Ketika mengikuti perlombaan, jangan bicara tidak menang, tapi harus menang,” ujar Daman Huri kepada SuaraBotim.Com, Sabtu (13/12/25).
Menurutnya, Desa Gunung Putri memiliki sejumlah nilai positif yang menjadi keunggulan dibandingkan desa lain, salah satunya adalah keberlanjutan (sustainable) program pembangunan desa. Baik program inovasi maupun program pelayanan masyarakat dinilai berjalan secara berkesinambungan.
“Nilai positif kami ada pada keberlanjutan. Program-program di Gunung Putri, baik inovasi maupun kegiatan lainnya, itu terus berlanjut dan tidak terputus,” jelasnya.
Selain keberlanjutan, Daman Huri menyebut, adanya peningkatan inovasi dari tahun ke tahun yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Gunung Putri. Setiap tahunnya, selalu ada inovasi baru yang dihadirkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
“Lalu, ada peningkatan. Setiap tahun selalu ada inovasi yang dibuat oleh pemerintah desa. Mungkin ini yang menjadi daya tarik tersendiri bagi dewan juri,” terangnya.
Daman Huri mengungkapkan, adanya sejumlah catatan perbaikan yang harus segera ditindaklanjuti dalam waktu dua pekan ke depan.
“Ada beberapa poin perbaikan yang disampaikan. Kami diberi waktu sekitar dua minggu untuk melakukan pembenahan. Saya optimistis Gunung Putri bisa masuk tiga besar,” ungkapnya.
Ia memastikan, Pemerintah Desa Gunung Putri akan segera menindaklanjuti seluruh masukan dari dewan juri, termasuk terkait pembenahan infrastruktur.
Namun, ia mengakui bahwa sebagian infrastruktur berada di luar kewenangan langsung pemerintah desa karena bukan berada di atas lahan milik desa.
“Salah satunya terkait infrastruktur. Ada lahan yang bukan milik desa, sehingga kami harus berkolaborasi dengan pihak perusahaan. Perlu anggaran dari pihak ketiga agar infrastruktur tersebut bisa diperbaiki dan tidak ada lagi jalan berlubang,” jelas Daman.
Selain aspek infrastruktur, ia menambahkan bahwa tim penilai provinsi pada prinsipnya menyatakan cukup puas terhadap pemaparan yang disampaikan Pemerintah Desa Gunung Putri, karena seluruh data dan program yang dipaparkan memiliki bukti nyata di lapangan.
“Mereka menyampaikan cukup puas, karena apa yang kami paparkan memang faktanya ada di lapangan. Itu yang kami pertahankan di Gunung Putri. Kalau pemaparan tidak ada buktinya, buat apa,” pungkasnya.
(Pandu)







