Gunung Putri, SuaraBotim.Com – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat, Mochamad Ade Afriandi, menyebut Desa Gunung Putri masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang perlu dibenahi dalam mengikuti ajang Anugerah Gapura Sribaduga tingkat Provinsi Jawa Barat.
Ade Afriandi menjelaskan, bahwa Anugerah Gapura Sribaduga pada dasarnya berangkat dari proses evaluasi menyeluruh terhadap desa, bukan semata-mata perlombaan.
Oleh karena itu, lanjut dia, setiap desa peserta, termasuk yang berhasil masuk lima besar, masih memiliki catatan perbaikan.
“Karena ini berangkatnya dari evaluasi, bukan langsung lomba. Jadi semua desa pasti punya PR, tidak hanya Gunung Putri. Bahkan yang masuk lima besar pun masih memiliki pekerjaan rumah,” ujar Ade Afriandi kepada SuaraBotim.Com, Sabtu (13/12/25).
Ia menambahkan, salah satu aspek yang menjadi perhatian untuk Desa Gunung Putri adalah karakter wilayah yang sudah berkembang menjadi kawasan perkotaan.
Kondisi tersebut menuntut desa untuk mampu merumuskan dan menampilkan jati diri yang jelas, terutama dalam aspek sosial, ekonomi, dan kemasyarakatan.
“Wilayah Desa Gunung Putri ini sudah seperti kota. Permasalahannya tentu terkait kepadatan, kerukunan, dan dinamika masyarakat. Di situ jati diri Gunung Putri harus bisa muncul,” jelasnya.
Menurut Ade, sebuah desa idealnya memiliki identitas yang kuat dan mudah dikenali. Ketika nama Desa Gunung Putri disebut, masyarakat maupun pemangku kebijakan diharapkan langsung memiliki gambaran jelas tentang karakter dan keunggulan desa tersebut.
“Jati diri Gunung Putri itu harus muncul. Jadi ketika kita mendengar nama Desa Gunung Putri, sudah tergambar seperti apa desa itu,” ungkapnya.
Ia juga menilai Desa Gunung Putri saat ini telah memiliki semangat dan slogan pembangunan, yakni Gunung Putri Mandiri. Namun, semangat tersebut masih perlu diperkuat dengan bukti nyata di lapangan.
“Gunung Putri sekarang sudah punya penyemangat, Gunung Putri Mandiri. Tinggal diperkuat lagi. Mandiri itu seperti apa, buktinya apa, itu yang harus ditampilkan,” pungkas Ade.
(Pandu)







