Cibinong, SuaraBotim.Com– Pemerintah Kecamatan Cibinong terus melakukan penataan kawasan Pasar Cibinong demi menciptakan lingkungan yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Salah satu langkah yang kini terlihat di lapangan adalah pemasangan pagar pembatas berwarna putih di median Jalan Raya Jakarta-Bogor, tepat di sekitar area Pasar Cibinong.
Pemasangan pagar tersebut dilakukan guna mengurangi kemacetan dan mencegah pejalan kaki menyeberang sembarangan yang selama ini menjadi salah satu penyebab kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut.
Camat Cibinong, Acep Sajidin menjelaskan, bahwa pagar pembatas ini adalah bagian dari upaya penataan kawasan Pasar Cibinong yang lebih tertib.
“Iya, itu pagar pembatas jalan. Supaya nanti masyarakat tidak menyeberang sembarangan. Karena salah satu penyebab kemacetan adalah kebiasaan masyarakat menyeberang di tempat yang tidak semestinya,” ungkapnya.
Selain pemasangan pagar, penataan juga mencakup penggeseran para pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya berjualan di bantaran Kali Baru. Saat ini area tersebut telah dipasangi seng pembatas sebagai langkah awal pembangunan taman kota.
“PKL yang di bantaran kali sudah kami relokasi ke Pasar Cikema. Mereka digeser, bukan digusur. Lokasi lama disiapkan menjadi ruang terbuka hijau,” ucapnya.
Penataan Pasar Cibinong merupakan hasil kolaborasi antara sejumlah dinas teknis, seperti DPKPP, PUPR, Dishub, dan DLH. Acep menyebutkan bahwa langkah-langkah penataan ini sebelumnya telah dibahas dan dirapatkan bersama di tingkat kecamatan.
“Kami memang sempat merapatkan di kecamatan. Intinya adalah bagaimana agar Pasar Cibinong bisa menjadi kawasan yang indah, tertib, dan bersih,” jelasnya.
Saat ini, pagar putih di median jalan telah dipasang sejak dua minggu terakhir dan membentang hingga ke pertigaan sebelum flyover. Mengenai target penyelesaian, Acep menyebutkan pihaknya mendorong agar proses bisa rampung secepatnya, meskipun pelaksanaannya ada di tangan dinas terkait.
“Kita minta sesegera mungkin, tapi tentu itu menyesuaikan perencanaan dan kemampuan teknis dinas masing-masing,” katanya.
“Ini kan salahsatu upaya. Dicoba, saya kira ada manfaatnya. Karena, ya ngeliat di beberapa kota kan seperti itu, ketika dipagar tengahnya tidak ada lalu-lalang artinya tidak mengganggu lalulintas,” terusnya.
Salah satu warga Cibinong, Ilham (32) menyambut baik upaya penataan ini. Menurutnya, pemasangan pagar dan relokasi PKL akan berdampak positif terhadap kenyamanan pengguna jalan dan masyarakat sekitar.
“Saya sangat mendukung penataan ini. Sekarang lebih tertib dan tidak semrawut seperti dulu. Kalau nanti ada taman juga, pasti lebih enak buat warga,” tutupnya.
(Pandu)







