Sukamakmur, SuaraBotim.com — Seorang pekerja bangunan bernama Dede (27) meninggal dunia setelah tertimpa tembok penahan tanah (TPT) saat melakukan penggalian pondasi di Kampung Surupan, Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, pada Jumat (17/10/25) sekitar pukul 16.30 WIB.
Peristiwa nahas itu terjadi ketika korban bersama dua rekannya tengah menggali tanah untuk pekerjaan pelebaran pondasi cakar ayam di lahan milik warga. Diduga, kelalaian pekerja menyebabkan TPT lama yang menggantung di atas area galian roboh dan menimpa korban.
Plt Camat Sukamakmur, Gogo Badarudin, yang langsung meninjau lokasi kejadian mengatakan bahwa kecelakaan tersebut bukan akibat longsor, melainkan kelalaian dalam proses pengerjaan.
“Saya pas kejadian itu jam 16.30 sudah di lokasi. Itu penggalian pondasi untuk penambahan tempat usaha. Tanahnya gawir (tebing), jadi mau dipanjangkan tempat usahanya,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Sabtu (18/10/25).
“Waktu digali meluruskan panjang sekitar tiga meter, di atasnya ada TPT sepanjang empat meter dan lebar satu meter yang sudah menggantung. Saat digali, TPT itu jatuh dan menimpa pekerja,” sambungnya.
Menurut Gogo, korban meninggal dunia di tempat akibat tertimpa reruntuhan batu TPT. Dua rekan kerja korban masing-masing bernama Ujib (47) mengalami luka-luka, sementara Hadir (60) selamat dari insiden tersebut.
“Yang meninggal cuma satu orang, Dede. TPT-nya sudah menggantung, tapi digali di bawahnya tanpa diangkat dulu. Harusnya dikupas dulu TPT-nya karena wilayah Sukamakmur ini daerah tebing, jadi harus ekstra hati-hati,” jelasnya.
Berdasarkan Surat Kepala Desa Cibadak perihal laporan kecelakaan kerja, Pemerintah Desa bersama aparat Kecamatan Sukamakmur dan warga sekitar langsung melakukan proses evakuasi korban serta mediasi dengan pemilik lahan.
Hasil mediasi menyebutkan bahwa pemilik tanah, H. Yudi, akan bertanggung jawab penuh terhadap biaya pemakaman korban dan pengobatan bagi korban luka-luka.
Pemerintah Kecamatan Sukamakmur juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melakukan pekerjaan konstruksi, terutama di daerah dengan kondisi tanah tebing.
“Kami bersama Pemerintah Desa Cibadak mengimbau warga agar selalu waspada dan memperhatikan keamanan kerja, supaya kejadian serupa tidak terulang,” tutup Gogo.
(Pandu)







