Cibinong, SuaraBotim.Com – Menyikapi rentetan bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor pada awal Juli 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bergerak cepat dengan memprioritaskan penanganan masyarakat terdampak dan percepatan perbaikan infrastruktur yang rusak.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan, bahwa langkah-langkah penanganan bencana saat ini difokuskan pada bantuan langsung kepada warga serta pemulihan infrastruktur secara menyeluruh di wilayah terdampak.
“Langkah-langkah yang kita ambil adalah memfokuskan penanganan kepada masyarakat yang terdampak serta mempercepat pembangunan infrastruktur,” ujarnya, Rabu (9/7/25).
Rudy menjelaskan, kegiatan gotong royong ini melibatkan seluruh elemen pemerintah daerah, mulai dari para camat, pimpinan SKPD, hingga masyarakat setempat.
“Hari ini kita gotong royong bersama-sama dari Gadog sampai Cianjur. Kemarin kita sudah rapat, dan mulai hari ini semua camat serta pimpinan SKPD kami minta turun langsung ke wilayah Puncak,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rudy juga menekankan, pentingnya membangkitkan kembali budaya gotong royong di tengah meningkatnya intensitas hujan yang sering mengguyur wilayah Kabupaten Bogor.
“Kita harus kembali pada budaya gotong royong, membersihkan saluran air bersama-sama agar banjir bisa dicegah,” katanya.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Pemkab Bogor juga telah menerima bantuan ribuan bibit pohon melalui program CSR dari perusahaan otomotif Wuling. Bibit tersebut langsung didistribusikan ke wilayah selatan Puncak, Klapanunggal, dan Cileungsi.
Selain itu, Pemkab juga telah melakukan normalisasi saluran air di beberapa titik yang mengalami sedimentasi tinggi, termasuk di kawasan Dialfalah.
“Sedimentasi yang tinggi di sejumlah wilayah menjadi salah satu penyebab utama banjir. Maka dari itu kami lakukan normalisasi,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan, bahwa penanganan bencana saat ini tidak bergantung pada batasan kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.
“Hari ini kita tidak berbicara soal kewenangan pusat atau provinsi. Apa yang bisa kita tangani untuk melindungi masyarakat, kita laksanakan dulu,” tegasnya.
(Pandu)







