SUARABOTIM.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang mulai melanda sejumlah wilayah.
Selain menghemat penggunaan air bersih, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi kebakaran yang kerap meningkat saat cuaca panas dan minim curah hujan.
Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi mengatakan, musim kemarau menjadi tantangan yang harus dihadapi secara bersama-sama oleh pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Oleh karena itu, seluruh elemen diminta untuk berperan aktif dalam menjaga ketersediaan air bersih serta mengantisipasi berbagai dampak yang ditimbulkan.
“Kami Pemerintah Kabupaten Bogor menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar dapat mengantisipasi datangnya musim kemarau dengan menghemat penggunaan air bersih. Karena pada saat musim kemarau, kebutuhan air bersih akan semakin tinggi, sementara ketersediaannya di sejumlah wilayah dapat berkurang,” ujar pria yang kerap disapa Jaro Ade, Kamis (9/7/2026).
Ia menjelaskan, langkah sederhana seperti menggunakan air secara bijak, mengurangi pemborosan, serta menjaga sumber-sumber air menjadi upaya penting untuk mencegah terjadinya krisis air bersih di wilayah Kabupaten Bogor.
Selain mengajak masyarakat, Ade juga meminta para pelaku usaha di seluruh wilayah Kabupaten Bogor, baik di tingkat desa maupun kecamatan, untuk turut berkontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Menurutnya, bantuan CSR dapat diarahkan untuk mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan, seperti pengiriman bantuan air bersih, pembangunan sarana penampungan air, maupun fasilitas pendukung lainnya.
“Kami juga mengimbau kepada para pengusaha yang berada di lingkungan Kabupaten Bogor agar bersama-sama berpartisipasi melalui program CSR untuk kepentingan masyarakat, salah satunya dalam penyediaan air bersih bagi warga yang membutuhkan,” katanya.
Di sisi lain, Pemkab Bogor juga mengingatkan seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang biasanya meningkat selama musim kemarau.
Cuaca panas, kondisi lahan yang mengering, serta aktivitas pembakaran sampah secara sembarangan dapat memicu terjadinya kebakaran lahan maupun permukiman.
Jaro Ade mengajak, masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran terbuka serta segera melaporkan kepada pemerintah desa, aparat terkait, atau petugas pemadam kebakaran apabila menemukan titik api maupun kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
“Pemerintah Kabupaten Bogor juga mengimbau seluruh masyarakat untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kebakaran selama musim kemarau. Mari bersama-sama menjaga lingkungan, tidak membakar sampah sembarangan, dan meningkatkan kepedulian terhadap kondisi sekitar,” tegasnya.
Pemkab Bogor memastikan akan terus berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk melakukan langkah-langkah mitigasi, termasuk pendistribusian bantuan air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau.
(Pandu)







