Gunung Putri, SuaraBotim.Com – Pengelolaan sampah di Kecamatan Gunung Putri terus menjadi perhatian, dengan dorongan untuk dilakukan secara mandiri di setiap wilayah.
Mulyadi, perwakilan Bank Sampah Kecamatan Gunung Putri menegaskan, bahwa pengelolaan sampah harus berbasis lingkungan masing-masing agar lebih efektif.
“Kami mendorong agar setiap wilayah mengelola sampahnya secara mandiri. Selain itu, kami juga mengusulkan agar bank sampah dikelola secara komersial dengan pemilahan antara sampah organik dan anorganik,” ujarnya kepada SuaraBotim.com Jum’at (21/2/25).
Mulyadi mengungkapkan, bahwa saat ini bank sampah hanya memilah sampah yang dianggap berguna saja.
“Ke depannya, kami berharap pengelolaan sampah bisa dilakukan secara mandiri di lingkungan masing-masing agar lebih optimal,” terangnya.
Sementara, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, H. Achmad Fathoni menyampaikan, bahwa sarana pengelolaan sampah di Gunung Putri, termasuk keberadaan KRL (Kampung Ramah Lingkungan) dan bank sampah, sudah cukup banyak dan aktif.
“Kita berharap setiap desa memiliki KRL. Dari data yang ada, baru 59 RW yang membentuk KRL dari total sekitar 200 RW. Saya ingin membantu setiap desa melalui program pokok pikiran (Pokir) saya, tetapi administrasi bantuan harus melalui KRL. Jika tidak ada KRL, saya dan anggota dewan lainnya tidak bisa membantu,” ungkapnya.
Achmad Fathoni menambahkan, bahwa urusan persampahan berbasis pada KRL dan bank sampah. Oleh karena itu, pada tahun 2025, pihaknya masih menyusun rencana kerja sama dengan para pemangku kebijakan lingkungan untuk memperluas cakupan KRL dan bank sampah di wilayah tersebut.
“Kami berharap pengelolaan sampah di Gunung Putri bisa menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menangani permasalahan sampah secara lebih mandiri dan berkelanjutan,” pungkasnya.
(pandu)







