SUARABOTIM.COM – Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Rudy Susmanto tengah menyiapkan transformasi kawasan Parung menjadi pusat ekonomi baru yang terintegrasi dan modern.
Pengembangan ini tidak hanya berfokus pada penataan pasar, tetapi juga menggabungkan sektor perdagangan, kuliner, dan transportasi dalam satu kawasan strategis.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyampaikan, Parung memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara lebih tertata dan representatif.
Ia menyebut, salah satu program unggulan yang direncanakan adalah pembangunan pasar ikan modern yang terintegrasi dengan pusat layanan masyarakat serta area kuliner.
“Konsepnya bukan hanya pasar biasa. Kita ingin ada pasar ikan yang tertata, lalu di lantai atasnya ada tempat makan yang nyaman. Masyarakat bisa menikmati kuliner sambil melihat langsung aktivitas perdagangan di bawah,” ujar Rudy, Selasa (28/4/26).
Selain itu, kawasan ini akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti area parkir terpadu (park and ride) dan shelter angkutan umum.
Kehadiran fasilitas ini, lanjut Rudy, diharapkan mampu mengurai kemacetan yang selama ini kerap terjadi akibat angkutan umum yang berhenti sembarangan di badan jalan.
Pemkab Bogor telah menyiapkan dua lahan strategis untuk mendukung proyek tersebut. Lahan seluas sekitar 7.000 meter persegi akan difokuskan sebagai pusat utama kegiatan ekonomi, sementara lahan kedua seluas kurang lebih 2 hektare akan dikembangkan sebagai kawasan pendukung, termasuk akses transportasi.
Rudy menegaskan, proyek ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Ia juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan optimal.
“Kita tidak ingin lahan milik pemerintah hanya diam. Lebih baik kita kerjasamakan, sehingga bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.
Dalam skema kerja sama, Pemkab Bogor menawarkan berbagai opsi, mulai dari sistem sewa hingga Kerja Sama Operasi (KSO) jangka panjang. Pemerintah juga menjanjikan kemudahan perizinan selama sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan, penataan wilayah dilakukan secara bertahap. Setelah fokus pada kawasan Cibinong, kini pengembangan diarahkan ke Parung sebagai kawasan strategis berikutnya.
“Konsepnya bukan menggusur, tapi menata. Kita ingin menghadirkan ketertiban sesuai semangat Tegar Beriman. PKL tetap difasilitasi, tetapi dengan penataan yang lebih rapi dan nyaman,” jelas Ajat.
Penataan juga mencakup optimalisasi aset lama, seperti terminal yang selama ini tidak termanfaatkan. Terminal tersebut akan diaktifkan kembali dan diintegrasikan dengan Pasar Parung, termasuk pembangunan akses jalan untuk mempermudah mobilitas masyarakat.
Ke depan, kawasan Parung dirancang terhubung hingga wilayah Ciseeng, sekaligus mengangkat potensi lokal sebagai ikon kawasan.
Di sisi lain, Perumda Pasar Tohaga telah menyiapkan langkah teknis penataan, termasuk relokasi pedagang kaki lima (PKL) ke dalam area pasar. Sebanyak 700 lapak disiapkan untuk menampung pedagang, khususnya di sektor sayur-mayur, basahan, hingga komoditas ayam dan ikan.
Penataan ini juga akan membersihkan area depan pasar yang nantinya dijadikan zona merah sementara, sebelum ditentukan pemanfaatannya, seperti taman atau sentra ikan hias.
Meski sempat menuai pro dan kontra, dukungan pedagang terhadap program ini kini meningkat hingga sekitar 90 persen. Perumda Pasar Tohaga bahkan menargetkan Parung sebagai sentra ikan hias terbesar di Asia Tenggara, dengan dukungan infrastruktur yang memadai dan kawasan pasar yang bersih serta tertata.
Transformasi kawasan Parung ini menjadi bagian dari strategi besar Pemkab Bogor dalam menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Dengan konsep terintegrasi, Parung diharapkan berkembang menjadi pusat perdagangan sekaligus ruang publik modern yang nyaman bagi masyarakat.
(Pandu)







