Friday, October 23, 2026
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Suara Desa

Polemik Desa Sukawangi dan Kemenhut, Adian: Tatanan Negara Saat ini Jadi Kacau

by Asep Saepudin Sayyev
July 22, 2025
in Suara Desa
0
Polemik Desa Sukawangi dan Kemenhut, Adian: Tatanan Negara Saat ini Jadi Kacau

Adian Yunus Yusak Napitupulu

Share on FacebookShare on Twitter

 

SuaraBotim.com- Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Adian Yunus yusak Napitupulu, SH menindak lanjuti aduan Budiyanto selaku Kepala Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor terkait wilayah Desa Sukawangi diklaim masuk kawasan hutan oleh Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dengan mengunjungi langsung Desa Sukawangi, Senin (21/07/25).

READ ALSO

Desa Cileungsi Kidul Bangun Gapura Dayeuh Pajajaran Sepanjang 232 Meter

BKK Rp761 Juta, Jembatan Bojong Dibangun

Dalam kunjungan Adian ke Desa Sukawangi yang berinteraksi langsung dengan warga di Aula Kantor Desa Sukawangi menyampaikan, bahwa tatanan negara saat ini jadi kacau, jadi berantakan.

“Kenapa ini terjadi, ko negara ini dikelola tidak dengan serius ya. Yang menetapkan ini sebuah Desa atau bukan Desa, ini kecamatan atau bukan kecamatan, ini Provinsi dan sebagainya itu yang menetapkan Kemendagri (Kementrian Dalam Negri). Yang menetapkan ini hutan atau itu bukan ialah Kementrian Kehutanan. Yang mengeluarkan Sertifikat ini itu dan segala macem Kementrian ATR/BPR. Ko tiga Kementrian ini tidak kompak,” tuturnya Adian.

“Kementrian Dalam Negri bilang, Desa Sukawangi ini desa, lalu Kementrian Kehutanan bilang ini hutan di Dalam desa, berikutnya ATR/BPN keluarkan Sertifikat di dalam kawasan hutan. Ini namanya berantakan,” sambungnya.

Lalu kemudian, Adian Yunus Yusak Napitupulu yang juga Anggota Komisi 5 DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan menegaskan, ini problem besar yang harus diperjuangkan dan harus kita menangkan apapun itu caranya.

“Karena kita (masyarakat-red) orang-orang baik, masyarakat desa itu orang-orang baik, mereka tidak pernah seperti pejabat yang minta mobil, rumah dan minta gaji. Problemnya kemudian, tiba-tiba ketika desa mereka masuk kawasan hutan, orang-orang baik ini bisa berubah jadi tidak baik menurut aturan hukum karena masuk kawasan hutan. Jadi, bahwa ini adalah prioritas kita.” imbuhnya.

Dikesempatan yang sama, Doni Maradona Hutabarat, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil Jabar VI Kabupaten Bogor yang juga hadir dalam kunjungan ke Desa Sukawangi mengatakan, salah satu isu utama yang mencuat adalah banyaknya lahan milik warga yang masuk dalam klaim kawasan hutan.

“Menurut laporan warga, penetapan kawasan hutan dilakukan pada tahun 2014, sedangkan keberadaan desa sudah ada jauh sebelum penetapan tersebut dilakukan. Langkah ke depan, kita mengajak semua instansi terkait untuk duduk bersama mendiskusikan hal ini. Karena setiap instansi memiliki kewenangan masing-masing, terkait lahan ada ATR/BPN, terkait kawasan hutan ada Kementerian Kehutanan, dan kalau desa masuk ke kawasan hutan juga melibatkan Kementerian Desa. Ini harus diurus secara kolektif dengan melibatkan semua pihak,” katanya.

Masih Doni menegaskan, perlunya penelusuran lebih lanjut untuk mengetahui di mana letak permasalahannya, serta pentingnya mengedepankan kepentingan masyarakat.

“Kita harus prioritaskan kehidupan masyarakat dibanding yang lain,” tuturnya.

Lebih lanjut ia menyinggung persoalan kebijakan, di mana pendidikan berbasis Inpres justru kalah dengan keputusan m
Menteri.

“Inpres itu dikalahkan oleh keputusan menteri. Itu jelas menyimpang dari aturan. Mereka melakukan tindakan tanpa pengecekan ke lapangan terlebih dahulu. Seharusnya mereka turun dulu ke bawah sebelum melakukan penetapan,” ujarnya.

Sebagai penutup, dirinya berharap, kalau masyarakat sudah lebih dulu tinggal di wilayah itu, maka seharusnya wilayah tersebut dikeluarkan dari kawasan hutan sesuai dengan amanat UUD.

(Deni Dawer)

Tags: Adian Yunus Yusak NapitupuluBAM DPR RIDesa SukawangiSengketa Lahan

Related Posts

Desa Cileungsi Kidul Bangun Gapura Dayeuh Pajajaran Sepanjang 232 Meter
Suara Desa

Desa Cileungsi Kidul Bangun Gapura Dayeuh Pajajaran Sepanjang 232 Meter

October 21, 2026
Pemdes Sukamaju Genjot Pembangunan Infrastruktur Lewat BanKeu
Suara Desa

BKK Rp761 Juta, Jembatan Bojong Dibangun

October 14, 2026
BKK Rp761 Juta, Jembatan Bojong Dibangun
Suara Desa

Pemdes Sukamaju Genjot Pembangunan Infrastruktur Lewat BanKeu

October 14, 2026
Mepet Akhir Tahun, Bankeu Desa Tahap Dua di Kabupaten Bogor Terancam Tak Cair
Suara Desa

Mepet Akhir Tahun, Bankeu Desa Tahap Dua di Kabupaten Bogor Terancam Tak Cair

October 13, 2026
Akibatkan Banjir, Warga Leuwijambe Pertanyakan Izin Proyek PT.Putra Mahkota Land
Suara Desa

Akibatkan Banjir, Warga Leuwijambe Pertanyakan Izin Proyek PT.Putra Mahkota Land

October 7, 2026
Berbekal Inovasi ‘Out of the Box’, Desa Gunung Putri Pede Bidik Juara Desa Berprestasi Tingkat Nasional 2026
Suara Desa

Berbekal Inovasi ‘Out of the Box’, Desa Gunung Putri Pede Bidik Juara Desa Berprestasi Tingkat Nasional 2026

October 6, 2026
Next Post
Kadis DKP Kabupaten Bogor: Jangan Jadikan Isu Beras Oplosan Sebagai Alasan Impor

Kadis DKP Kabupaten Bogor: Jangan Jadikan Isu Beras Oplosan Sebagai Alasan Impor

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • Jadi Lebih Mudah Diakses, Masyarakat Apresiasi Layanan ATR/BPN Dekat
  • Layani 6,1 Juta Penduduk, Ade Ruhandi Minta Kapolres Bogor Baru Perjuangkan Tambahan Personel
  • Kenang Berbagai Kejadian Selama Menjabat Kapolres Bogor, AKBP Wikha: Semuanya Ada!
  • Pamit dari Polres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto Soroti Minimnya Jumlah Personel
  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?