Cibinong, SuaraBotim.Com – Polres Bogor mengikuti Kick Off Launching Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo melalui sarana Zoom Meeting, Kamis (14/8/25).
Kegiatan ini digelar sebagai bentuk sinergi Polri dengan Perum Bulog dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.
Acara yang berlangsung di Lapangan Apel Mako Polres Bogor ini dihadiri oleh Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto bersama unsur Forkopimda dan perwakilan instansi terkait, di antaranya Dandim 0621 Kabupaten Bogor, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Kepala Bulog Cabang Bogor serta para pejabat utama Polres Bogor.
Dalam arahannya, Kapolri mengapresiasi kerja sama Bulog dengan Polri dalam pelaksanaan GPM. Ia menekankan pentingnya pengecekan kesiapan gudang, pemantauan harga pasar, dan pelaporan setiap perubahan harga.
Menurutnya, tujuan utama GPM adalah menyediakan bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah, melalui pasar murah yang dilaksanakan jajaran Polsek, Polres, dan Polda di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Direktur Utama Bulog Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani menyoroti bahwa inflasi tertinggi saat ini berasal dari komoditas tembakau yang perlu diwaspadai pergerakannya.
Ia juga mengingatkan perlunya pengawasan ketat terhadap kenaikan harga beras medium. Bulog, melalui program Rumah Pangan Kita menyediakan beras seharga Rp7.000 per liter serta bahan pangan pokok lainnya dengan harga terjangkau.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata kehadiran Polri dalam membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga lebih murah.
“Kami bersama Bulog dan seluruh stakeholder di Kabupaten Bogor siap mengawal dan mendukung penuh Gerakan Pangan Murah ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama yang membutuhkan,” ujarnya.
Dengan adanya Gerakan Pangan Murah diharapkan harga bahan pokok di pasaran dapat tetap stabil dan ketersediaannya terjamin, sehingga kebutuhan masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah, dapat terpenuhi dengan baik.
(Pandu)







