Cileungsi, SuaraBotim.com – Polsek Cileungsi mengamankan 26 sepeda motor yang diduga terlibat aksi balap liar di Jalan Transyogi, Kabupaten Bogor, Minggu (9/11/25) dini hari.
Penertiban dilakukan sekitar pukul 02.30 hingga 03.30 WIB setelah petugas menerima informasi adanya kerumunan remaja yang memulai aksi balap liar.
Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, mengatakan bahwa patroli malam yang dilakukan anggotanya pada awalnya tidak difokuskan untuk razia.
Petugas hanya menjalankan patroli rutin di sejumlah titik rawan, seperti Metland dan Limus Nunggal. Namun, informasi dari warga mengenai adanya kumpulan remaja dan aktivitas balap liar membuat petugas bergerak menuju lokasi.
“Awalnya patroli saja. Daerah itu memang sering dipakai balap liar. Setelah dapat informasi ada kerumunan, kami menuju lokasi dan menemukan ada sekitar 26 kendaraan roda dua berhasil kita amankan,” ujar Kompol Edison kepada SuaraBotim.Com.
Menurutnya, dari 26 kendaraan yang diamankan, beberapa pengendara mengaku sedang menuju pasar, sedangkan lainnya menonton atau bersiap mengikuti balap liar.
Aksi balap liar ini biasanya berpindah-pindah lokasi, mulai dari Jalan Transyogi hingga kawasan Jatisari Kubang dekat Setu.
“Namun, dalam patroli kali ini, para pelaku ternyata berpindah dan berkumpul di Bukaka, arah Kota Wisata, tepatnya di area Legenda Wisata,” katanya.
Kompol Edison menegaskan, bahwa patroli akan terus dilakukan secara rutin, mengingat lokasi tersebut berada di perbatasan Cileungsi dan Gunung Putri sehingga sering dimanfaatkan para pelaku untuk menghindari petugas.
“Mereka membaca situasi. Misal kita patroli jam 2, jam 3 mereka kumpul lagi. Jadi mereka menunggu sampai petugas lewat dulu,” ujarnya.
Terkait strategi pencegahan, Edison menyebutkan bahwa menunggu di lokasi bukan solusi efektif karena dikhawatirkan justru menarik perhatian warga sekitar.
Mengingat kawasan tersebut adalah komplek perumahan besar dan jauh dari permukiman warga, para remaja menganggap lokasi itu aman untuk balapan.
“Kami imbau orang tua agar anak-anak yang masih di bawah umur 17 tahun tidak keluar malam. Mayoritas yang kami temukan adalah anak sekolah,” tegasnya.
(Pandu)







