Cibinong, SuaraBotim.Com – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bogor mulai menerapkan strategi dan gaya baru dengan menyasar generasi muda, khususnya Generasi Z dan Generasi Alfa, melalui pembentukan Madrasah Kader Partai (MKP).
Langkah ini dilakukan sebagai upaya regenerasi kader sekaligus menyesuaikan diri dengan perubahan demografi pemilih pada pemilu mendatang.
Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor, Elly Rachmat Yasin, mengatakan bahwa komposisi pemilih ke depan akan didominasi oleh kalangan milenial, Gen Z, hingga Gen Alfa.
Oleh karena itu, lanjut Elly, PPP harus mulai mengedepankan pola rekrutmen kader dari kelompok usia muda, khususnya usia 17 hingga 28 tahun.
“Progres ke depan tadi disampaikan, bahwa hak pilih pada pemilu mendatang itu lebih banyak berada di tangan kaum milenial, Gen Z, bahkan Gen Alfa,” katanya kepada SuaraBotim.Com, Kamis (22/1/2026).
“Maka dari itu, sekarang kita mulai mengedepankan bagaimana merekrut anak-anak muda usia 17–25 tahun untuk diberikan pelatihan dan pembinaan,” sambungnya.
Menurut Elly, kader muda yang direkrut melalui MKP nantinya akan menjadi estafet kepemimpinan partai di masa depan.
Selain itu, PPP juga ingin menumbuhkan minat generasi muda terhadap politik secara umum, dan politik kepartaian secara khusus.
“Kita ingin anak-anak muda ini mulai berminat di politik, dan khususnya berminat bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan,” katanya.
Elly mengakui, selama ini PPP cukup mengalami kesulitan dalam merekrut kader muda, terutama dari kalangan yang benar-benar baru mengenal dunia politik.
Selama ini, banyak kader muda PPP yang hanya berasal dari faktor garis keturunan keluarga.
“Jujur, untuk PPP memang agak sulit mencari kader-kader muda, apalagi yang benar-benar baru masuk politik. Biasanya dari anaknya, cucunya, atau garis keturunan,” ungkapnya.
Namun, dengan hadirnya MKP, Elly optimistis minat anak muda akan terus tumbuh. Proses rekrutmen dilakukan secara terbuka dan sukarela melalui pendaftaran online tanpa paksaan.
“Kita undang secara terbuka, disebar, mereka mengisi secara online. Jadi yang berminat silakan daftar sendiri. Tidak kita paksa satu per satu. Insya Allah, sedikit demi sedikit mulai berdatangan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Elly menegaskan, langkah ini merupakan ikhtiar PPP untuk melakukan perubahan dan tidak lagi hanya bergantung pada pemilih tradisional yang selama ini didominasi usia di atas 40 tahun.
“Pemilih tradisional ke depan pasti akan berkurang. Kita tidak bisa bertahan hanya di situ. Maka kita harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman, karena saat ini pemilih pemula dan anak muda jumlahnya semakin besar,” tegasnya.
Selain merekrut kader muda, PPP juga berencana melakukan perubahan pendekatan dan kegiatan agar lebih relevan dengan minat generasi muda, tanpa meninggalkan basis tradisional seperti perempuan dan kalangan pesantren.
“Kalau dulu lebih banyak kegiatan dengan perempuan dan pesantren, itu tetap kita jalankan. Tapi sekarang kita tambah gerakan dan kegiatan lain yang memang diminati anak-anak muda,” ucap Elly.
Terlebih, Elly juga menuturkan, MKP juga menjadi bagian dari fungsi utama partai politik dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“MKP ini bukan hanya soal PPP, tapi juga soal persoalan kebangsaan secara keseluruhan. Kita bekerja sama dengan perguruan tinggi, praktisi, dan berbagai lembaga untuk membuka wawasan politik anak-anak muda,” pungkasnya.
(Pandu)







