Cibinong, SuaraBotim.Com – Meski usianya masih seumur jagung, kontingen Pencak Silat Militer (PSM) Cabang Kodim 0621 Kabupaten Bogor tidak main-main dalam menatap Kejuaraan Piala Pangdam III/Siliwangi. Puluhan atlet resmi dilepas untuk bertarung di GOR Laga Tangkas, Pakansari, yang akan berlangsung mulai 12 hingga 15 Februari 2026.
Kontingen ini merupakan “pasukan elit” hasil seleksi ketat pesilat dari berbagai ranting Koramil se-Kabupaten Bogor yang digabungkan dengan atlet ranting Kodim 0621 sendiri.
Ketua Harian PSM Cabang Kodim 0621 Kabupaten Bogor, Serka Zulhamri, mengakui bahwa ini adalah panggung perdana bagi mereka. Persiapan pun terbilang cukup mepet di tengah kesibukan prajurit.
“Kejuaraan ini adalah pengalaman pertama bagi kami. Persiapan yang kami lakukan memang sangat singkat, hanya sekitar satu bulan saja,” ujar Zulhamri kepada SuaraBotim.Com saat melepas para atlet, Kamis (12/2/2026).
Meski persiapan mepet, Serka Zulhamri tidak ingin anak asuhnya hanya jadi penonton. Dengan nada optimistis, ia menyebut PSM Kodim 0621 datang untuk menang.
“Walaupun usia PSM ini masih bisa dibilang balita, kami menargetkan bisa menjadi juara umum dengan meraih sebanyak-banyaknya medali emas. Kami yakin para atlet akan menunjukkan kemampuan terbaiknya demi nama baik Kodim 0621,” tegasnya.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 77 atlet diterjunkan untuk mengisi semua lini pertandingan, mulai dari kelas usia dini, pra-remaja, remaja, hingga kategori dewasa. Pasukan pesilat ini juga dikawal oleh 23 orang ofisial untuk memastikan performa mereka tetap terjaga di arena.
Zulhamri menekankan kepada para atlet agar membuang jauh rasa gentar terhadap kontingen lain yang mungkin lebih senior atau punya nama besar.
“Kami tidak ingin takut dengan grup lain. Menang atau kalah itu urusan nanti di atas arena. Kami datang untuk menorehkan prestasi maksimal,” tutupnya dengan mantap.
Ajang Piala Pangdam III/Siliwangi ini diprediksi akan menjadi panggung pembuktian bagi PSM Kodim 0621, apakah sang “balita” ini mampu memberikan kejutan dan menumbangkan para jawara dari daerah lain.
(Retza)







