Wednesday, September 16, 2026
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Suara Bogor

Pulihkan Ekosistem, PPLI Tanam Pohon dan Edukasi Kelestarian Alam di Malasari

by Arsyit Syarifudin
July 28, 2026
in Suara Bogor
0
Pulihkan Ekosistem, PPLI Tanam Pohon dan Edukasi Kelestarian Alam di Malasari
Share on FacebookShare on Twitter

SUARABOTIM.COM – PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) menyatakan dukungan penuh terhadap ajakan Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk menjadikan kawasan Malasari, Kecamatan Nanggung, sebagai simbol kebangkitan sekaligus pengingat sejarah berdirinya Kabupaten Bogor.

Sebagai wujud komitmen tersebut, PPLI menggelar rangkaian kegiatan diskusi sejarah dan napak tilas di pendopo pertama Bupati Bogor yang berada di Desa Malasari. Kegiatan ini turut diisi dengan penyerahan bibit pohon endemik Nirmalasari serta berbagai jenis pohon keras yang akan ditanam di kawasan hutan dan pegunungan Malasari sebagai bagian dari upaya rehabilitasi lingkungan dan pelestarian sumber daya air.

READ ALSO

KPK OTT ATR/BPN, 19 Orang Diamankan: Ada Kakantah Bogor I dan Petinggi Summarecon

‎Dampak Kemarau Panjang, Kebakaran Lahan di Kabupaten Bogor Tembus 139 Kejadian ‎

Manager PR dan Legal PPLI Arum Tri Pusposari mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menghormati nilai sejarah kawasan yang pernah menjadi pusat pemerintahan pertama Kabupaten Bogor.

“Ini bentuk dukungan kami melalui kegiatan positif di Malasari, sekaligus memberikan bibit pohon dan menjaga lingkungan agar tetap asri,” ujar Arum. Selasa (28/7/26).

Sementara itu, Laboratory Manager PPLI Muhammad Yusuf Firdaus menegaskan, pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga warisan alam bagi generasi mendatang.

“Kita ini hanya meminjam warisan alam dari generasi yang akan datang. Karena itu kita memiliki kewajiban menjaga dan mengembalikannya dalam kondisi yang baik,” katanya.

Yusuf menjelaskan, sejak 2024 PPLI secara konsisten menjalankan program penanaman pohon di berbagai wilayah Kabupaten Bogor. Namun, menurutnya, keberhasilan rehabilitasi lingkungan tidak hanya diukur dari banyaknya pohon yang ditanam, tetapi juga dari keberhasilan merawatnya hingga tumbuh besar.

“Kami berharap penanaman pohon tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar dirawat sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan,” ujarnya.

Selain program penghijauan, PPLI juga terus mendorong pengelolaan limbah industri yang bertanggung jawab sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Menurut Yusuf, meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas industri membuat pengelolaan limbah menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.

“Limbah industri diproduksi setiap hari dan setiap jam. Karena itu harus dikelola secara baik dan benar. Selain mengelola limbah sesuai ketentuan, kami juga memiliki komitmen menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.

Ia menambahkan, perusahaan juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional mengenai pengelolaan limbah yang aman serta pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

“Ingat, kita hanya meminjam alam dari generasi yang akan datang. Mari bersama-sama merawat alam dan bumi ini,” tuturnya.

Nilai historis Malasari turut diungkapkan oleh keturunan generasi keempat Kepala Desa Malasari pertama Usep Malasari. Ia mengisahkan bahwa rumah yang kini dijaganya menjadi saksi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia saat Agresi Militer Belanda II pada 1948.

Menurutnya, Bupati Bogor pertama Raden Ipik Gandamana memilih Malasari sebagai pusat pemerintahan darurat karena wilayah tersebut dinilai paling aman dari ancaman penjajah.

“Dulu saat Agresi Militer Belanda II tahun 1948, Pak Ipik Gandamana diamanahkan mempertahankan pemerintahan mulai dari Jasinga, Sukajaya hingga Malasari. Beliau memutuskan Malasari sebagai tempat yang paling aman,” ujarnya.

Rumah bersejarah tersebut hingga kini masih menyimpan berbagai peninggalan perjuangan, seperti bendera pusaka tahun 1948, meja kerja, dan meja makan yang digunakan pada masa pemerintahan darurat.

Sebagai generasi penerus, Usep mengaku memiliki tanggung jawab moral menjaga warisan sejarah tersebut agar tetap lestari dan dapat menjadi bagian dari identitas Kabupaten Bogor.

“Saya diamanahkan orang tua bukan untuk mencari keuntungan. Alam ini harus dijaga agar pendopo dan sejarah Kabupaten Bogor tetap bisa dinikmati generasi sekarang maupun yang akan datang,” katanya.

Akademisi sekaligus pemerhati lingkungan Associate Professor Dr. Yayan Sudrajat menilai, kelestarian hutan merupakan fondasi utama keberlangsungan kehidupan masyarakat karena berperan menjaga ketersediaan oksigen dan sumber air.

Menurutnya, upaya konservasi tidak cukup hanya dengan menanam pohon, tetapi juga perlu didukung pemetaan kondisi lingkungan secara berkala.

“Yang penting adalah mendata berapa banyak mata air yang masih berfungsi dan berapa yang sudah beralih fungsi. Itu menjadi dasar dalam menyusun langkah konservasi ke depan,” ujarnya.

Yayan juga mendorong setiap rumah tangga memiliki Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan masyarakat di bidang kesehatan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Diketahui, Bupati Bogor Rudy Susmanto mengajak seluruh masyarakat menjadikan Malasari sebagai simbol kebangkitan sekaligus pengingat sejarah berdirinya Kabupaten Bogor. Menurutnya, kawasan yang memiliki nilai sejarah tinggi tersebut tidak boleh lagi tertinggal dalam pembangunan.

Rudy menegaskan bahwa Malasari memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Namun, potensi tersebut harus diimbangi dengan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Jangan sampai titik awal Bogor berdiri justru menjadi titik paling belakang dalam perkembangan Kabupaten Bogor,” tegas Rudy. (Retza)

Tags: arum tri pusposariBupati Bogor Rudy SusmantoMalasari Nanggungmuhammad yusuf firdauspohonPPLIraden ipik gandamana

Related Posts

KPK OTT ATR/BPN, 19 Orang Diamankan: Ada Kakantah Bogor I dan Petinggi Summarecon
Suara Bogor

KPK OTT ATR/BPN, 19 Orang Diamankan: Ada Kakantah Bogor I dan Petinggi Summarecon

September 15, 2026
‎Dampak Kemarau Panjang, Kebakaran Lahan di Kabupaten Bogor Tembus 139 Kejadian ‎
Suara Bogor

‎Dampak Kemarau Panjang, Kebakaran Lahan di Kabupaten Bogor Tembus 139 Kejadian ‎

September 15, 2026
Motor Diduga Hasil Curanmor Ditinggal Pelaku di Cibinong, Pemilik Malah Menemukannya di Polsek
Suara Bogor

Motor Diduga Hasil Curanmor Ditinggal Pelaku di Cibinong, Pemilik Malah Menemukannya di Polsek

September 15, 2026
Kekeringan Makin Mengkhawatirkan, Bumi Tegar Beriman Berstatus “AWAS”
Suara Bogor

Kekeringan Makin Mengkhawatirkan, Bumi Tegar Beriman Berstatus “AWAS”

September 15, 2026
Belum Ada Tersangka, KPK Dalami Temuan Rp1,5 Miliar di Pemkab Bogor
Suara Bogor

Lagi, KPK Obok-obok Bogor Istimewa, Kakantah ATR/BPN Bogor 1 Terjaring OTT Dugaan Pengurusan HGB

September 15, 2026
Mendengar Mendongeng di Taman Siliwangi, Cara Pemkab Bogor Ciptakan Ruang Ramah Anak
Suara Bogor

Mendengar Mendongeng di Taman Siliwangi, Cara Pemkab Bogor Ciptakan Ruang Ramah Anak

September 14, 2026
Next Post
DPC PDIP Kabupaten Bogor Kenang Tragedi 30 Tahun Kudatuli, Doni: Jangan Sampai Terulang Lagi

DPC PDIP Kabupaten Bogor Kenang Tragedi 30 Tahun Kudatuli, Doni: Jangan Sampai Terulang Lagi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • OTT Kantah ATR/BPN, KPK: Dari Laporan Warga, Merembet ke Dugaan Aliran Miliaran
  • KPK OTT ATR/BPN, 19 Orang Diamankan: Ada Kakantah Bogor I dan Petinggi Summarecon
  • ‎Dampak Kemarau Panjang, Kebakaran Lahan di Kabupaten Bogor Tembus 139 Kejadian ‎
  • Motor Diduga Hasil Curanmor Ditinggal Pelaku di Cibinong, Pemilik Malah Menemukannya di Polsek
  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?