SUARABOTIM.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bogor menggelar Pasanggiri Rampak Seni Tari Jawa Barat sebagai puncak rangkaian peringatan Bulan Bung Karno 2026.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Selasa (30/6/2026), diikuti 30 sanggar tari dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bogor.
Perlombaan tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan seni dan budaya Sunda sekaligus menanamkan nilai-nilai perjuangan Bung Karno kepada generasi muda.
Para peserta yang berusia 15 hingga 25 tahun menampilkan beragam kreasi tari khas Jawa Barat dengan penuh semangat dan kreativitas.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Doni Maradona Hutabarat mengatakan, Pasanggiri Rampak Seni Tari merupakan puncak rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno yang telah berlangsung sepanjang Juni 2026.
Menurutnya, sebelum acara puncak tersebut, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor telah menggelar berbagai kegiatan, mulai dari lomba barongsai hingga aktivitas di setiap kecamatan sebagai bentuk peringatan Bulan Bung Karno.
“Ini merupakan puncak rangkaian Bulan Bung Karno. Di awal Juni kami mengadakan lomba barongsai, kemudian setiap kecamatan juga melaksanakan berbagai kegiatan. Hari ini menjadi puncaknya, dengan tujuan terus menjaga dan menanamkan nilai-nilai yang diajarkan Bung Karno kepada generasi penerus bangsa,” ujar Doni kepada SuaraBotim.Com.
Ia menjelaskan, panitia semula menargetkan sebanyak 40 sanggar seni tari mengikuti perlombaan. Namun karena masa pendaftaran yang relatif singkat, jumlah peserta yang berhasil mendaftar mencapai 30 sanggar.
“Kami sebenarnya menargetkan 40 sanggar seni. Namun karena waktu pendaftaran cukup singkat, akhirnya ada 30 sanggar yang mengikuti perlombaan ini. Meski begitu, antusiasme peserta sangat luar biasa,” katanya.
Doni mengungkapkan, seluruh peserta berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bogor. Pendaftaran dibuka secara terbuka melalui sistem daring sehingga seluruh sanggar memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah ikut memeriahkan kegiatan tersebut. Menurutnya, perlombaan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan budaya daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Selamat bertanding dan tampilkan kemampuan terbaik sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya Indonesia, khususnya budaya Sunda dan Jawa Barat,” ucapnya.
Selain menjadi wadah pelestarian budaya, Doni menegaskan kegiatan tersebut juga menjadi media untuk menyampaikan tiga pesan utama Bung Karno kepada generasi muda.
Pesan pertama, kata Doni, mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara yang mengajarkan persatuan, gotong royong, saling menghormati, dan saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pesan kedua adalah menjalankan ajaran Trisakti Bung Karno, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, serta berkepribadian dalam kebudayaan,” katanya.
Menurut Doni, penyelenggaraan Pasanggiri Rampak Seni Tari merupakan implementasi nyata dari prinsip berkepribadian dalam kebudayaan.
“Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Budaya adalah karakter dan kekuatan bangsa. Jangan sampai seiring perkembangan teknologi, budaya kita perlahan terkikis. Itu tidak boleh terjadi. Bung Karno mengajarkan bahwa kebudayaan adalah jati diri bangsa yang harus terus dijaga,” tegasnya.
Sementara pesan ketiga adalah keberpihakan terhadap rakyat kecil. Doni menilai seluruh elemen bangsa harus terus memberikan ruang bagi masyarakat, termasuk para seniman, agar seni dan kebudayaan tetap berkembang di tengah tantangan ekonomi.
Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut PDI Perjuangan ingin menunjukkan komitmennya untuk terus hadir mendukung para pelaku seni dan budaya di Kabupaten Bogor.
“Selain menyampaikan ajaran Bung Karno, kami juga ingin menunjukkan bahwa PDI Perjuangan hadir untuk teman-teman seniman. Mereka harus mendapatkan ruang untuk terus berkarya dan melestarikan budaya daerah,” katanya.
Ke depan, Doni berharap, Pasanggiri Rampak Seni Tari Jawa Barat dapat menjadi agenda tahunan yang melibatkan lebih banyak sanggar seni dari seluruh Kabupaten Bogor.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi event tahunan. Tahun depan kami ingin mengajak lebih banyak sanggar tari untuk ikut berpartisipasi sehingga semangat menjaga budaya bangsa terus tumbuh, terutama di kalangan generasi muda,” pungkasnya.
(Pandu)







