Thursday, August 13, 2026
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Suara Bogor

Tinjau PPLI, Menteri LH Dorong Pengelolaan Limbah B3 Berbasis Traceability dari Hulu hingga Hilir

by Arsyit Syarifudin
August 13, 2026
in Suara Bogor
0
Tinjau PPLI, Menteri LH Dorong Pengelolaan Limbah B3 Berbasis Traceability dari Hulu hingga Hilir
Share on FacebookShare on Twitter

SUARABOTIM.COM – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat meninjau fasilitas pengelolaan limbah PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026). Dalam kunjungannya, Jumhur menilai PPLI sebagai salah satu pionir sekaligus benchmark dalam pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) secara terintegrasi di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Jumhur menekankan pentingnya membangun sistem pengelolaan limbah B3 yang memiliki keterlacakan (traceability) secara menyeluruh, mulai dari limbah dihasilkan hingga pengolahan dan pengelolaan residu pada tahap akhir.

READ ALSO

Polres Bogor Rampungkan 11 Jembatan, Percepat Pembangunan Infrastruktur di Kabupaten Bogor

Misi Kebudayaan, 26 Kontingen Kabupaten Bogor Siap Gebrak Eropa

Menurutnya, pengelolaan limbah B3 tidak cukup hanya memastikan limbah diterima oleh fasilitas pengolahan. Setiap tahapan harus dapat ditelusuri dan dipertanggungjawabkan sehingga keberadaan dan pergerakan limbah dapat diketahui secara jelas.

“Setiap limbah harus dapat dijawab dari mana asalnya, berapa jumlahnya, ke mana dikirim, bagaimana dikelola, berapa hasilnya, berapa residunya, dan ke mana residu tersebut berakhir,” kata Jumhur.

Ia menjelaskan, sistem tersebut perlu memastikan kesesuaian antara jumlah limbah yang dihasilkan, dikirim, diterima oleh pengolah, hingga hasil pengolahan dan residu yang dihasilkan. Hubungan antara penghasil dan pengolah limbah juga harus jelas agar tanggung jawab terhadap limbah tidak terputus dalam rantai pengelolaannya.

“Semakin pendek dan transparan rantai pengelolaan, semakin mudah pula proses pengawasan dan pertanggungjawabannya,” ujarnya.

Menurut Jumhur, keterlacakan juga menjadi instrumen penting untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan limbah. Sistem harus mampu mengidentifikasi apabila terdapat limbah yang tidak sampai kepada pengolah yang semestinya maupun ketidaksesuaian antara volume limbah yang diterima dengan hasil pengolahan dan residunya.

PPLI sebagai Salah Satu Benchmark Pengelolaan Limbah B3 Terintegrasi

Dalam konteks tersebut, Jumhur melihat pengalaman PPLI selama lebih dari tiga dekade dapat menjadi salah satu referensi dalam memperkuat sistem pengelolaan limbah nasional. PPLI memiliki fasilitas dan pengalaman yang mencakup rangkaian pengelolaan limbah, mulai dari penerimaan, pengolahan, hingga pengelolaan residu.

“Dalam perjalanan industri pengelolaan limbah B3 di Indonesia, pengalaman PPLI dapat menjadi salah satu benchmark mengenai bagaimana pengelolaan limbah dilakukan secara terintegrasi dan bertanggung jawab dari hulu hingga hilir,” kata Jumhur.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan limbah B3 membutuhkan lebih dari sekadar keberadaan fasilitas pengolahan. Sistem yang dibangun harus mampu memastikan kepatuhan terhadap regulasi di setiap tahapan, termasuk memastikan residu hasil pengolahan tetap mendapatkan penanganan yang tepat hingga tahap akhir.

Karena itu, Jumhur berharap praktik-praktik baik dari pengelola limbah yang telah memiliki sistem, teknologi, dan infrastruktur yang memadai dapat menjadi referensi untuk memperkuat ekosistem pengelolaan limbah B3 di Indonesia.

Presiden Direktur PPLI menyampaikan apresiasi atas perhatian Menteri LH terhadap pentingnya penguatan sistem pengelolaan limbah B3 secara menyeluruh. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam membangun tata kelola limbah B3 yang aman, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami menyambut baik perhatian dan arahan Bapak Menteri terhadap pentingnya pengelolaan limbah B3 secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. PPLI siap mendukung Pemerintah melalui pengalaman, teknologi, infrastruktur, dan sistem yang telah kami bangun selama lebih dari tiga dekade,” ujar Presiden Direktur PPLI.

Ia menambahkan, penguatan sistem pengelolaan limbah B3 perlu dilakukan secara bersama-sama dengan memastikan kepatuhan, keterlacakan, dan tanggung jawab lingkungan menjadi bagian dari seluruh rantai pengelolaan.

“Bagi kami, pengelolaan limbah tidak hanya berbicara mengenai berapa banyak limbah yang dapat diolah, tetapi juga bagaimana memastikan setiap limbah dapat ditelusuri, dikelola secara aman, dan dipertanggungjawabkan hingga tahap akhir,” lanjutnya.

Regulasi Harus Diikuti Kepatuhan dan Penegakan Hukum

Jumhur mengatakan Indonesia pada dasarnya telah memiliki berbagai regulasi yang mengatur pengelolaan limbah B3. Menurutnya, tantangan ke depan bukan semata-mata menambah regulasi, melainkan memastikan seluruh ketentuan tersebut dipenuhi dan diterapkan secara konsisten oleh seluruh pelaku usaha.

“Indonesia sudah memiliki banyak regulasi pengelolaan limbah B3. Tantangannya sekarang adalah memastikan seluruh pelaku usaha memenuhi dan menerapkannya secara konsisten,” katanya.

Dalam hal ini, Kementerian Lingkungan Hidup memiliki peran penting dalam memastikan pengawasan dan penegakan hukum berjalan secara konsisten. Pengawasan, menurut Jumhur, tidak boleh berhenti pada aspek administratif, tetapi harus mampu memastikan bahwa ketentuan yang berlaku benar-benar diterapkan dalam praktik pengelolaan limbah di lapangan.

“Penguatan pengawasan dan penegakan hukum bukan semata-mata mengenai pemberian sanksi, tetapi memastikan seluruh rantai pengelolaan limbah B3 berjalan sesuai ketentuan dan tujuan utama regulasi, yaitu melindungi masyarakat dan lingkungan hidup,” ujarnya.

Bagi PPLI, konsistensi dalam penerapan regulasi juga penting untuk menciptakan level playing field dalam industri pengelolaan limbah. Pelaku usaha yang telah berinvestasi dalam teknologi, fasilitas, sumber daya manusia, sistem pengendalian, dan pemenuhan regulasi perlu berada dalam lingkungan usaha dengan standar kepatuhan yang sama.

PPLI menilai penguatan pengawasan dan penegakan hukum bukan hanya berkaitan dengan pemberian sanksi, tetapi juga merupakan bagian penting dalam membangun industri pengelolaan limbah yang sehat, bertanggung jawab, dan memberikan perlindungan yang optimal bagi lingkungan serta masyarakat. Prinsip tersebut sejalan dengan narasi penguatan compliance dan level playing field dalam pengelolaan limbah B3.

Pengelolaan Limbah Harus Meminimalkan Risiko Pencemaran

Selain memastikan keterlacakan dan kepatuhan, Jumhur menekankan bahwa proses pengolahan harus mampu mengendalikan risiko pencemaran dan menghasilkan emisi seminimal mungkin. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan limbah tidak dapat hanya diukur dari apakah limbah telah dibakar, diolah, atau dimanfaatkan, tetapi dari seberapa aman proses tersebut bagi manusia dan lingkungan.

“Tujuan akhirnya bukan sekadar limbah sudah dibakar atau limbah sudah dimanfaatkan. Yang harus dipastikan adalah limbah tersebut dikelola dengan aman dan risiko pencemaran terhadap lingkungan seminimal mungkin,” tegas Jumhur.

Dengan demikian, pengelolaan limbah B3 harus benar-benar menjadi solusi lingkungan dan tidak memindahkan risiko pencemaran dari satu media lingkungan ke media lainnya.

Jangan Sampai Terjadi Perpindahan Masalah

Secara khusus, Jumhur menyoroti pentingnya memastikan limbah medis yang telah masuk dalam sistem pengelolaan benar-benar sampai kepada pengolah yang bertanggung jawab. Dengan demikian, proses pengolahan dapat dipantau dan residu yang dihasilkan tetap berada dalam sistem pengawasan hingga tahap akhir.

Ia mengingatkan bahwa proses pengolahan limbah tidak boleh sekadar memindahkan risiko dari satu bentuk ke bentuk lainnya.

“Jangan sampai terjadi perpindahan masalah. Limbah B3 yang semula diawasi kemudian berubah menjadi produk atau residu yang justru berada di luar pengawasan,” kata Jumhur.

Menurut PPLI, prinsip tersebut memperkuat pentingnya pendekatan end-to-end dalam pengelolaan limbah B3. Pengawasan tidak seharusnya berhenti ketika limbah diterima atau setelah proses pengolahan selesai, tetapi perlu mencakup hasil pengolahan, produk yang dihasilkan, serta residu hingga pengelolaan akhirnya.

Pendekatan tersebut mencakup seluruh rantai pengelolaan, mulai dari penghasil, pengangkutan, pengolah atau pemanfaat, proses pengolahan, produk atau hasil pengolahan, residu, hingga pengelolaan akhir.

Tiga Prinsip: Kepatuhan, Keterlacakan, dan Tanggung Jawab Lingkungan

Jumhur menegaskan bahwa penguatan sistem pengelolaan limbah B3 ke depan perlu bertumpu pada tiga prinsip utama, yaitu kepatuhan, keterlacakan, dan tanggung jawab lingkungan.

Setiap limbah B3 harus dapat ditelusuri sejak dihasilkan, dikirim, diterima dan diolah hingga residunya dikelola pada tahap akhir. Seluruh proses tersebut perlu didukung oleh neraca limbah yang dapat diverifikasi sehingga aliran limbah dapat dipastikan secara transparan dan akuntabel.

“Dan seluruh proses tersebut pada akhirnya harus bermuara pada satu tujuan: memastikan limbah B3 dikelola secara aman dan benar-benar melindungi lingkungan hidup serta masyarakat,” jelasnya.

PPLI memandang penguatan sistem tersebut sebagai bagian penting dalam membangun industri pengelolaan limbah B3 yang sehat dan terpercaya. PPLI siap terus bekerja sama dengan Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong pengelolaan limbah B3 yang semakin aman, tertib, taat hukum, transparan, dan bertanggung jawab.

“Dari kepatuhan menuju keterlacakan, dan dari pengolahan limbah menuju perlindungan lingkungan — seluruh proses pengelolaan limbah B3 pada akhirnya harus dapat dipertanggungjawabkan dari hulu hingga hilir.”

Tags: Jumhur Hidayatkelestarian lingkunganKementerian Lingkungan HidupLimbah B3Menteri LHppli bogorpt ppli

Related Posts

Polres Bogor Rampungkan 11 Jembatan, Percepat Pembangunan Infrastruktur di Kabupaten Bogor
Suara Bogor

Polres Bogor Rampungkan 11 Jembatan, Percepat Pembangunan Infrastruktur di Kabupaten Bogor

August 13, 2026
Misi Kebudayaan, 26 Kontingen Kabupaten Bogor Siap Gebrak Eropa
Suara Bogor

Misi Kebudayaan, 26 Kontingen Kabupaten Bogor Siap Gebrak Eropa

August 13, 2026
‎Viral Tukang Cukur Ogah Pasang Bendera Di Rancabungur, Begini Kata Bakesbangpol!
Suara Bogor

‎Viral Tukang Cukur Ogah Pasang Bendera Di Rancabungur, Begini Kata Bakesbangpol!

August 12, 2026
Bupati Bogor Serahkan Bendera Merah Putih ke 40 Kecamatan di Kabupaten Bogor
Suara Bogor

Bupati Bogor Serahkan Bendera Merah Putih ke 40 Kecamatan di Kabupaten Bogor

August 12, 2026
Bahas KUA-PPAS, Tunda Bayar 2025 Jadi Perhatian dalam Rapur Pemkab Bogor dan DPRD
Suara Bogor

Bahas KUA-PPAS, Tunda Bayar 2025 Jadi Perhatian dalam Rapur Pemkab Bogor dan DPRD

August 12, 2026
Pelajar Asal Cileungsi Lolos Paskibraka Tingkat Nasional, Bawa Nama Kabupaten Bogor
Suara Bogor

Pelajar Asal Cileungsi Lolos Paskibraka Tingkat Nasional, Bawa Nama Kabupaten Bogor

August 12, 2026
Next Post
Polisi Ungkap Motif Pencabulan di Rancabungur

Polisi Ungkap Motif Pencabulan di Rancabungur

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • Polres Bogor Rampungkan 11 Jembatan, Percepat Pembangunan Infrastruktur di Kabupaten Bogor
  • Kakek Pensiunan di Rancabungur Resmi Ditahan Usai Cabuli Anak Dibawah Umur
  • Polisi Ungkap Motif Pencabulan di Rancabungur
  • Tinjau PPLI, Menteri LH Dorong Pengelolaan Limbah B3 Berbasis Traceability dari Hulu hingga Hilir
  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?