Tuesday, September 1, 2026
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Sebelum Nyawa Melayang, Ini Cerita Tetangga Soal Luka-Luka di Tubuh Kecil Arrasya

by Arsyit Syarifudin
October 23, 2025
in Peristiwa
0
Sebelum Nyawa Melayang, Ini Cerita Tetangga Soal Luka-Luka di Tubuh Kecil Arrasya

Tetangga korban penganiayaan di Bojonggede Irma (37) yang menceritakan sebelum korban meninggal dunia. (Foto: Pandu Maulana/ SuaraBotim.Com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bojonggede, SuaraBotim.Com — Di mata warga sekitar, Muhammad Arrasya Alfarizky (6) hanyalah bocah pendiam yang jarang terlihat bermain di luar rumah.

Tak ada yang menyangka, di balik dinding rumah kontrakannya di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, anak kecil itu menyimpan luka bukan hanya di tubuhnya, tapi juga di hidupnya.

READ ALSO

Diduga Sakit, Penjual Bunga di Sukaraja Ditemukan Tewas

Niat Pasang Pipa Anti Kebakaran, Pabrik Styrofoam di Cileungsi Malah Terbakar Gegara Percikan Las

Sampai akhirnya, nyawa kecil itu melayang, diduga akibat penganiayaan kejam oleh ibu tirinya.

Cerita memilukan itu terungkap dari pengakuan Irma (37), tetangga yang tinggal tak jauh dari rumah korban. Ia menjadi salah satu saksi pertama yang curiga terhadap kondisi tubuh Arrasya.

“Kami sudah lapor sejak 6 Oktober ke RT, RW, dan desa. Tapi prosesnya lama. Akhirnya anak itu keburu meninggal,” kata Irma kepada SuaraBotim.Com, Kamis (23/10/25).

Irma mengaku awalnya mengira rumah keluarga Arrasya kosong karena pintunya selalu tertutup. Namun pada akhir September, sekitar tanggal 28 hingga 30, ia melihat bocah itu keluar untuk membeli kopi di warung. Saat itulah Irma mulai menyadari ada yang tidak beres dengan kondisi anak tersebut.

“Saya lihat banyak luka di tubuhnya. Dari ujung kepala sampai kaki ada bekas lebam. Mata kirinya merah seperti habis kena tonjok. Di pipi kanan kiri juga lebam biru kemerahan, dan di belakang kepalanya ada benjolan besar seperti gumpalan darah,” jelasnya.

Suaminya, yang berprofesi sebagai perawat, bahkan menduga benjolan itu akibat kepala korban berkali-kali dijedotkan ke benda keras.

“Suami saya bilang itu seperti gumpalan darah di bawah kulit kepala. Bisa jadi karena dijedotin beberapa kali,” ujar Irma.

Menurut Irma, saat pertama kali melihat, tulang punggung korban tampak menonjol dan tidak normal, seperti melengkung akibat cedera berat. Lebih mengejutkan lagi, di tubuh korban juga terlihat bekas sundutan rokok.

“Di tangannya ada, di kakinya juga ada, bahkan di punggungnya. Saya sampai meraba sendiri tulang belakangnya udah kayak bengkok gitu,” tutur Irma.

Yang membuatnya tak habis pikir, meski tubuh anak itu penuh luka, ibu tiri korban tetap menyuruhnya keluar rumah untuk membeli keperluan di warung.

“Padahal jalan aja susah, tapi tetap disuruh ke warung. Kadang beli kopi buat bapaknya, kadang beli jajanan buat adiknya,” katanya.

Irma masih ingat, bagaimana anak itu tetap berusaha tersenyum meski tubuhnya penuh luka.

“Kalau anak normal pasti nangis, tapi dia enggak. Kayak udah biasa digebukin. Wajahnya tetap ceria, masih bisa ketawa waktu saya ajak ngobrol,” kenangnya.

Suatu kali, Irma memberanikan diri bertanya langsung kepada korban karena melihat luka di tubuhnya.

“Saya tanya, ‘Kamu dipukul mamah, ya?’ Dia sempat ngangguk, terus geleng lagi. Saya tanya lagi, ‘Dipukul ayah?’ Dia ngangguk, tapi geleng lagi. Dari situ saya yakin dia takut,” tutur dia.

Kecurigaan warga pun semakin kuat. Beberapa kali mereka berkoordinasi dengan pihak desa dan kepolisian. Namun, laporan baru benar-benar ditindaklanjuti setelah Arrasya meninggal dunia.

“Kami sudah coba lapor, tapi karena belum ada bukti foto atau video, jadi diminta tunggu. Pas kami udah siap mau lapor lagi, ternyata anaknya sudah meninggal,” kata Irma.

Warga di sekitar rumah korban juga mengaku tidak pernah mendengar teriakan atau tangisan dari rumah tersebut. Diduga, anak itu sudah terlalu sering mengalami kekerasan hingga terbiasa diam setiap kali dipukul.

“Mungkin karena sering digebukin, dia jadi enggak nangis lagi. Dari luar rumah sunyi, tapi ternyata di dalamnya penuh penderitaan,” tutupnya.

(Pandu)

Tags: Arrasya AlfarizkyBojonggedeIbu TiriKasus Penganiayaan AnakKekerasan AnakKekerasan Dalam Rumah TanggaKorban MeninggalLuka Sundutan Rokok

Related Posts

Diduga Sakit, Penjual Bunga di Sukaraja Ditemukan Tewas
Peristiwa

Diduga Sakit, Penjual Bunga di Sukaraja Ditemukan Tewas

August 31, 2026
Niat Pasang Pipa Anti Kebakaran, Pabrik Styrofoam di Cileungsi Malah Terbakar Gegara Percikan Las
Peristiwa

Niat Pasang Pipa Anti Kebakaran, Pabrik Styrofoam di Cileungsi Malah Terbakar Gegara Percikan Las

August 29, 2026
Gagal Nyalip, Dua Orang Tewas Terlindas Truk di Cisarua
Peristiwa

Gagal Nyalip, Dua Orang Tewas Terlindas Truk di Cisarua

August 25, 2026
‎Kecelakaan Tunggal di Jalan Alternatif GOR Pakansari, Dua Korban Dilarikan ke RSUD Bhakti Pajajaran
Peristiwa

‎Kecelakaan Tunggal di Jalan Alternatif GOR Pakansari, Dua Korban Dilarikan ke RSUD Bhakti Pajajaran

August 23, 2026
‎Perempuan 40 Tahun Tercebur Sumur Sedalam 17 Meter di Parung, Damkar Evakuasi 25 Menit
Peristiwa

‎Perempuan 40 Tahun Tercebur Sumur Sedalam 17 Meter di Parung, Damkar Evakuasi 25 Menit

August 23, 2026
‎Handphone Sedang Dicas Diduga Picu Kebakaran Rumah di Sukaraja Bogor
Peristiwa

‎Handphone Sedang Dicas Diduga Picu Kebakaran Rumah di Sukaraja Bogor

August 22, 2026
Next Post
Ketua DPRD Tinjau Pembangunan Masjid Raya Nurul Wathon Pakansari: Wujud Pusat Layanan Haji dan Ekosistem Keumatan Global

Ketua DPRD Tinjau Pembangunan Masjid Raya Nurul Wathon Pakansari: Wujud Pusat Layanan Haji dan Ekosistem Keumatan Global

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • Bunuh Pria di Pasar Cibinong Pakai Sajam, Warga Pakansari Terancam 15 Tahun Penjara
  • Bupati Rudy Susmanto Angkat Bicara Usai Tiga Kantor di Kabupaten Bogor Digeledah KPK
  • Perkuat Penegakan dan Perkada, Serta Penanganan Gangguan Trantibum
  • Marak Tawuran Pelajar di Kabupaten Bogor, KPAD Minta Orang Tua Perketat Pengawasan Anak
  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?