SUARABOTIM.COM – Pemerintah Desa (Pemdes) Karanggan, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, menggelar acara adat tahunan sedekah bumi di Kampung Babakan, Desa Karanggan, Senin (24/8/26).
Tradisi yang digelar rutin setiap tahun tersebut menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil panen sekaligus upaya melestarikan adat dan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Dalam pelaksanaannya, satu ekor kambing disembelih. Kepala kambing kemudian dikuburkan sebagai bagian dari ritual adat, sementara dagingnya dimasak dan dibagikan kepada masyarakat.
Selain itu, berbagai hasil panen seperti pisang, ubi, dan hasil tanaman lainnya dikumpulkan untuk kemudian dapat diambil dan dinikmati oleh masyarakat.
Kepala Desa Karanggan, Asdi mengatakan, sedekah bumi kali ini digelar di wilayah Kampung Salak Gading atau Kampung Babakan. Kegiatan tersebut menjadi bentuk rasa syukur sekaligus doa agar masyarakat Desa Karanggan senantiasa diberikan keberkahan.
“Acara ini sedekah bumi yang dilaksanakan di Kampung Salak Gading atau Kampung Babakan. Tujuannya untuk mengharapkan keberkahan dari Yang Maha Kuasa, agar panen di Desa Karanggan subur dan makmur,” kata Asdi kepada SuaraBotim.Com.
Menurutnya, kata Asdi, penguburan kepala kambing merupakan bagian dari tradisi adat yang sudah dilakukan sejak dahulu oleh masyarakat setempat.
“Kami mengubur kepala kambing sebagai rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa atas berhasilnya panen kami di Desa Karanggan,” ujarnya.
Asdi menjelaskan, terdapat empat lokasi ritual sedekah bumi di Desa Karanggan. Kegiatan tersebut secara rutin dilaksanakan setiap tahun, khususnya pada bulan Mulud.
Ia menegaskan, Pemdes Karanggan bersama masyarakat berupaya mempertahankan tradisi tersebut sebagai bentuk tindak lanjut dari warisan para orang tua terdahulu.
“Kami hanya melestarikan tindak lanjut orang tua kami, supaya tidak menghilangkan tradisi adat di sini. Ini dilakukan sejak dulu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Asdi mengatakan, hasil panen yang dikumpulkan dalam kegiatan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Tanaman seperti pisang dan ubi dikumpulkan dan warga diperbolehkan mengambilnya.
Sementara untuk kambing, daging hasil penyembelihan dimasak dan kemudian dibagikan kepada masyarakat.
“Kalau panen seperti tanaman, seperti pisang, kami kumpulkan untuk masyarakat. Yang mau mengambil, silakan. Kalau satu ekor kambing disembelih, kepalanya dikubur, lalu dagingnya dimasak dan dibagikan untuk masyarakat,” pungkasnya.
(Pandu)






