SuaraBotim.Com _ Mayor Oking Jaya Atmaja yang kita tahu adalah nama sebuah jalan yang berada di wilayah Citeurep dan Bekasi. Tahukah sahabat SuaraBotim, Mayor Oking Jaya Atmaja adalah salahsatu Pahlawan Nasional yang berasal dari Bogor dan merupakan putra daerah asal Cileungsi.
Ayahnya adalah Raden Enjoeh Djayaatmaja yang berasal dari Kampung Loji, Cibarusah. Ibunya Raden Nenden berasal dari Cileungsi.
Dalam momentum Hari Pahlawan ini, mari kita ulas sejarah singkat Pahlawan Nasional asal Bogor yang merupakan Putra Daerah Cileungsi.
- Kisah Singkat Mayor Oking
Mayor Oking merupakan keluarga bangsawan, Ia lahir di Cileungsi pada Tahun 1918. Pada masa kecilnya Mayor Oking dikenal sebagai sosok pemimpin yang kuat. Hingga saat remaja, Oking bekerja sebagai juru tagih cukai hingga jepang masuk pada tahun 1942. Oking menikah dengan Oyoh Yohariah dan dikarunia 6 orang anak.
Oking kemudian diangkat menjadi Komandan Batalyon 314/Salempada tanggal 31 Desember 1949. Saat itu Oking terlibat dalam penumpasan Pemberontakan Darul Islam di Gunung Salak. Oking juga dikenal karena berhasil menghalau pasukan Inggris yang menyerang Sukabumi melalui Pelabuhan Ratu.
Karena dedikasinya dan peran pentingnya dilapangan dalam menghalau para penjajah, Oking maju sebagai calon anggota Konstitunate untuk wilayah Jawa Barat dari Partai Ikatan Pendukung Kemendekaan Indonesia Tahun 1955.
- Pahlawan Nasional dari Kalangan Militer
Usai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Oking bergabung dengan Pasukan Siliwangi dan menjadi Komandan Kompi. Ia meminpin pasukan saat Inggris menyerang dari Pelabuhan Ratu. Selain itu, Ia juga gencar melancarkan serangan geriliya kepada pasukan NICA yang bermarkas di Kampung Loji.
Tahun 1948, Oking bersama pasukan pindah ke Yogyakarta sebagai bagian dari Long March Siliwangi. Lalu ia memimpin masukannya untuk menumpas pemberontakan PKI. Tanggal 13 September 1948 sekitar pukul 10.00, pasukan Oking diserang oleh Pemberntak PKI di Stasiun Balapan Solo. Pertempuran berlangsung 4 jam dan menewaskan 2 tentara. Oking mengalami luka dilengan kanan, hingga mengakibatkan tangan kanannya harus diamputasi.
Akhirnya Belanda menguasai Yogyakarta, Pasukan Oking kembali ke Jawa Barat dengan berjalan kaki dan bermarkas di Telukjambe Karawang.
Tanggal 4 Juli 1950, Oking menyerahkan jabatannya kepada Mayor Mursyid. Oking juga merekomendasikan Raden Mardjuki untuk menjadai Camat Cibarusah. Setelah perjuangannya, Oking menghembuskan nafas terakhirnya pada 7 Oktober 1963 karena sakit dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Dreded Bogor.
Untuk mengenang jasa-jasanya, Abdul Haris Nasution memberikan perintah kepada Bupati Bogor untuk menamakan Oking sebagai nama jalan di Citeureup dan Bekasi. Pada tahun 1972, DPRD Kabupaten Bogor menyetujui usulan Nasution dan nama Oking diabadikan sebagai jalan di Bekasi dan Bogor.
Itulah sekilas sejarah Mayor Oking Jaya Atmaja sebagai Pahlawan Nasional asal Bogor. Untuk sahabat SuaraBotim ingat JASMERAH, “ Jangan Pernah Melupakan Sejarah “.
(semoet)







