Cibinong, SuaraBotim.Com – Senam Kebudayaan Indonesia (SKI) resmi diluncurkan sebagai gerakan nasional yang bertujuan ganda: menggabungkan kebugaran jasmani dengan pelestarian dan literasi budaya Nusantara.
Program inovatif ini merupakan gagasan tokoh budaya Aki Jatnika Nanggamihardja bersama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, dan mendapat apresiasi tinggi dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Menurut Mu’ti, SKI adalah inovasi strategis untuk membangun generasi muda yang sehat, kuat, dan mencintai warisan budayanya di tengah tantangan gaya hidup modern.
Program ini mendapat apresiasi langsung dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, saat hadir dalam kegiatan Semarak Warna Budaya Nusantara di Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, pada Jumat (20/12/25).
Mu’ti menegaskan bahwa SKI tidak hanya berfokus pada kebugaran fisik, tetapi juga membentuk karakter, kesadaran budaya, dan kesehatan rohani masyarakat. Oleh karena itu, perlunya sinergi lintas kementerian agar gerakan ini dapat tersosialisasi secara luas.
“Dengan kolaborasi antara Kementerian Pendidikan dan Kementerian Kebudayaan, kami siap mempopulerkan Senam Kebudayaan Indonesia hingga ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia,” tambahnya.
SKI dirancang dengan memadukan unsur pencak silat, olah napas, gerak simbolik, serta filosofi aksara Nusantara. Setiap rangkaian gerakan memiliki nilai kearifan lokal yang menjaga keseimbangan kesehatan jasmani dan rohani.
Sebagai tindak lanjut peluncuran program tersebut, Kementerian Kebudayaan bersama Aki Jatnika Nanggamihardja menggelar Training of Trainers (ToT) SKI pada 25 November hingga 1 Desember 2025 di Kabuyutan Bambu Muara Beres, Cibinong, Bogor.
Kegiatan ToT diikuti oleh pendidik, pelatih, budayawan, dan generasi muda dari berbagai daerah. Materi pelatihan meliputi teori SKI, praktik dasar dan lanjutan, teknik olah napas, hingga pendalaman jurus senam berbasis nilai budaya seperti Hanacaraka, Abjad, Pararagan, dan Pasulukan, termasuk Jurus 1 hingga Jurus 14. Peserta juga mendapatkan pembekalan terkait makna gerak, manfaat kesehatan, serta strategi penyebarluasan SKI kepada masyarakat.
Rangkaian ToT ditutup dengan Launching Senam Kebudayaan Indonesia yang menghadirkan peragaan senam, pameran kerajinan, pertunjukan Angklung Indonesia Raya, dan Pencak Silat Igel Cimande. Acara puncak SKI nantinya akan diresmikan oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Fadli Zon, bersama tokoh bangsa dan komunitas budaya.
Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon menyampaikan pandangannya tentang pentingnya pemahaman budaya yang lebih luas. Menurutnya, budaya tidak hanya mencakup seni pertunjukan, tarian, atau musik, tetapi juga bahasa, sastra, tradisi lisan, olahraga tradisional, makanan lokal, hingga adat istiadat.
“Berdasarkan pengalaman saya mengunjungi ratusan negara, tidak ada budaya yang lebih kaya dari budaya Indonesia. Kita ini mega diversity dalam kekayaan budaya,” tegas Fadli.
Ia menambahkan bahwa Indonesia bahkan berpotensi menjadi pusat budaya dunia dan kekuatan adidaya dalam bidang budaya. Fadli juga menilai bahwa ekosistem digital saat ini dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan budaya, termasuk pencak silat dan musik tradisional seperti angklung.
Selain itu, Kementerian Kebudayaan terus mendorong kemajuan budaya melalui ekosistem industri film. Fadli mencontohkan film-film seperti Merantau dan The Raid yang sukses memperkenalkan pencak silat ke dunia internasional dan turut mengangkat popularitas pesilat Indonesia.
“Bukan tidak mungkin dari Muara Beres akan lahir tokoh budaya baru. Karena yang penting adalah membangun ekosistem agar gerakan budaya terus berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui peluncuran dan pelatihan nasional ini, SKI diharapkan menjadi gerakan budaya berkelanjutan yang mampu membentuk masyarakat Indonesia yang sehat, berkarakter, serta memiliki kecintaan mendalam terhadap warisan budaya bangsa.
(Pandu)







