Gunung Putri, SuaraBotim.Com — Sejumlah relawan dari Gemawana Indonesia, Destana Gunung Putri, dan GP Rafting melakukan kegiatan bersih-bersih di Setu Gunung Putri, Kabupaten Bogor, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Aksi ini telah berlangsung selama empat hari, atas arahan Kepala Desa Gunung Putri, dan turut didampingi oleh tim dari Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat.
Pembina Gemawana Indonesia, Capung menjelaskan, bahwa kegiatan ini difokuskan pada pembersihan eceng gondok yang tumbuh masif di permukaan setu.
“Kami berupaya membersihkan eceng gondok agar tekanan air tidak semakin tinggi. Apalagi hujan deras beberapa minggu lalu menyebabkan pendangkalan dan sejumlah titik mengalami banjir,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Jum’at (18/7/25).
Menurut Capung, keberadaan eceng gondok yang mengendap dan membusuk turut menyumbang sedimentasi sehingga menyebabkan setu dangkal.
Ia mengungkapkan, kedalaman Setu Gunung Putri yang dulu bisa mencapai 6 meter, kini di beberapa titik hanya sekitar 4 meter.
“Kalau hanya dilakukan manual, tidak akan maksimal. Kita berharap ada bantuan alat berat dari pemerintah provinsi untuk pengerukan,” imbuhnya.
Setu Gunung Putri sendiri kerap digunakan sebagai lokasi latihan oleh komunitas dayung dan pembinaan atlet arung jeram dari Kabupaten Bogor. Oleh karena itu, Capung menyayangkan jika ikon alam ini tidak dirawat secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Destana Desa Gunung Putri, Ardiyantoko menambahkan, bahwa aksi ini muncul karena penanganan terhadap Setu Gunung Putri selama beberapa tahun terakhir dinilai belum maksimal.
“Setiap hujan deras, beberapa titik selalu banjir. Air yang biasanya cepat surut, sekarang bisa bertahan satu hingga dua hari. Maka dari itu, kami bersihkan area pintu air dari eceng gondok agar aliran air bisa lancar, jelasnya.
Ardiyantoko juga berharap keterlibatan warga semakin tinggi dan dukungan dari pemerintah dapat segera terealisasi, mengingat luas dan kedalaman setu yang bervariasi membuat penanganan tidak bisa dilakukan secara manual semata.
“Kami butuh alat berat untuk pengerukan. Semoga dengan kehadiran tim dari provinsi, harapan masyarakat bisa segera dijawab,” pungkasnya.
(Pandu)







