Gunung Putri, SuaraBotim.Com – Suara mesin bengkel kini tak lagi terdengar di sudut halaman SMKN 1 Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Di antara puing-puing bangunan kelas yang ambruk, terlihat sisa dinding yang dulu menjadi saksi semangat belajar ribuan siswa.
Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Gunung Putri beberapa hari lalu telah meruntuhkan satu gedung berisi lima ruang kelas di SMKN 1 Gunung Putri.
“Bangunan yang roboh itu bangunan lama, memang sudah butuh perhatian khusus,” tutur Karyadi, Wakil Kepala Hubungan Industri dan Masyarakat (Hubinmas) SMKN 1 Gunung Putri, saat ditemui di lokasi, Selasa (4/11/25).
Karyadi bercerita, sekolah yang berdiri sejak tahun 1997 itu merupakan SMK pertama di Kabupaten Bogor. Usianya yang sudah lebih dari dua dekade membuat beberapa bagian bangunan mengalami pelapukan. Bahkan, sebelum insiden ini terjadi, pihak sekolah telah mengajukan renovasi ke Dinas PUPR.
“Beberapa ruang, seperti bengkel dan konseling, sebenarnya sudah kami kosongkan karena kondisi struktur kayu lapuk dan berpotensi ambruk,” ujarnya.
“Pihak PUPR juga sudah melakukan asesmen, hanya saja belum sempat diperbaiki,” sambungnya.
Sekolah ini memiliki 1.809 siswa dengan berbagai jurusan keahlian. Setelah musibah terjadi, kegiatan belajar-mengajar tak sepenuhnya terhenti.
Dengan dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), tenda-tenda darurat akan segera didirikan agar proses pembelajaran tetap berjalan.
“Kami bersyukur karena akan ada bantuan tenda pembelajaran darurat dari Kemdikdasmen,” kata Karyadi.
“Harapan kami, pekan depan bangunan lima kelas yang roboh bisa segera dibangun kembali agar anak-anak bisa kembali belajar dengan nyaman,” lanjutnya.
Kini, semangat guru dan siswa diuji. Di tengah rasa trauma dan keterbatasan fasilitas, mereka tetap melanjutkan proses belajar meski di bawah tenda darurat dan cuaca tak menentu.
Bagi Karyadi dan seluruh tenaga pendidik di SMKN 1 Gunung Putri, musibah ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur pendidikan juga butuh perhatian serius.
“Kami ingin yang terbaik untuk anak-anak, karena merekalah masa depan bangsa ini,” ujarnya dengan nada harap.
(Pandu)







