SUARABOTIM.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor belum memberikan keterangan terkait hasil uji laboratorium dalam kasus dugaan keracunan yang menimpa 25 orang usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 01 Ciherang, Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (6/8/26). Sebanyak 25 orang dilaporkan mengalami keluhan setelah menyantap makanan program MBG. Mereka terdiri dari 17 pelajar, satu guru, dan tujuh orang tua siswa.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty mengatakan, pihaknya hanya memiliki kewenangan dalam penanganan para korban.
“Dinas Kesehatan hanya menangani korban. Jadi, kita tidak bicara tentang hasil lab,” kata Fusia kepada SuaraBotim.Com, Jumat (14/8/26).
Menurutnya, kata Fusia, seluruh korban yang sempat mendapatkan penanganan medis kini telah dalam kondisi sehat, baik mereka yang menjalani rawat inap maupun rawat jalan.
“Sekarang alhamdulillah semuanya sudah sehat, yang rawat inap maupun rawat jalan,” ujarnya.
Kendati demikian, Fusia juga menegaskan, Dinkes Kabupaten Bogor memiliki kompetensi dalam menangani masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, namun tidak memiliki kewenangan untuk menyampaikan hasil uji laboratorium terkait dugaan keracunan tersebut.
“Kami dari Dinas Kesehatan punya kompetensi menangani korban. Kita tidak punya kewenangan untuk menyampaikan hasil uji lab,” jelasnya.
“Yang penting sekarang masyarakatnya sudah tertangani, sudah sehat. Nanti selanjutnya biar Badan Gizi Nasional,” pungkasnya.
(Pandu)







