Friday, October 16, 2026
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Terungkap dari Pemandi Jenazah, Bocah 6 Tahun di Bojonggede Tewas Penuh Luka Lebam dan Sumpalan di Mulut

by Arsyit Syarifudin
October 23, 2025
in Peristiwa
0
Terungkap dari Pemandi Jenazah, Bocah 6 Tahun di Bojonggede Tewas Penuh Luka Lebam dan Sumpalan di Mulut

Relawan Pemandi Jenazah, Sugeng ungkap banyak luka di sekujur tubuh korban. (Foto: Pandu Maulana/ SuaraBotim.Com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bojonggede, SuaraBotim.Com — Kasus kematian tragis Muhamad Arrasya Alfarizky (6), bocah asal Bojonggede, Kabupaten Bogor, mulai terungkap berkat kepekaan seorang relawan pemandi jenazah bernama Sugeng, yang menemukan banyak kejanggalan pada tubuh korban saat proses pemulasaraan.

Sugeng menceritakan, awalnya ia menerima informasi bahwa korban meninggal dunia karena demam tinggi, sebagaimana tercatat dalam formulir kematian yang diterimanya. Namun, kecurigaan muncul ketika ia membuka kain penutup jenazah dan menemukan sumpalan tisu di dalam mulut korban.

READ ALSO

Warga Gunung Putri Ditemukan Tewas di Rumah, Ketua RW Ungkap Kondisi Korban Sebelum Meninggal

Tercium Bau Tak Sedap, Warga Gunung Putri Ditemukan Membusuk Didalam Rumah

“Saya buka kainnya, dan menemukan sumpalan tisu di mulut korban. Ternyata itu untuk menahan darah agar tidak keluar lebih banyak, karena ada luka robek di bagian bibir bawah,” ujar Sugeng kepada wartawan, Kamis (23/10/25).

Meski awalnya mengira penyebab kematian karena sakit, Sugeng memutuskan berkoordinasi dengan keluarga untuk memastikan siapa yang berhak memandikan jenazah.

Ia pun memanggil ayah korban dan seorang perempuan yang disebut sebagai ibu, yang belakangan diketahui adalah ibu tiri korban.

“Saya tidak tahu kalau ibu yang datang itu ibu sambung. Berdasarkan data yang saya terima, anak ini meninggal karena panas tinggi. Tapi saat saya memandikan, saya lihat banyak luka lebam di beberapa bagian tubuhnya. Itu membuat saya bertanya-tanya,” ungkapnya.

Kecurigaan semakin kuat ketika Sugeng menanyakan langsung kepada ayah korban mengenai asal-usul luka dan lebam di tubuh anak tersebut. Namun, jawaban sang ayah membuatnya heran.

“Saya tanya ke ayahnya, katanya anaknya kejedot pintu dan jatuh di kamar mandi. Tapi dari luka-lukanya, itu tidak wajar. Kalau jatuh kan biasanya hanya di satu bagian tubuh, tapi ini hampir di seluruh badan,” jelasnya.

Saat memandikan jenazah, Sugeng juga menemukan benjolan besar di bagian belakang kepala korban, bahkan terdapat luka robek di setiap benjolan, membuat bentuk kepala tidak normal.

“Ketika memegang kepala bagian belakang, saya kaget karena banyak benjolan besar dan sobek. Hati saya sangat prihatin melihat kondisi anak sekecil itu,” ujarnya dengan nada haru.

Setelah jenazah selesai dimandikan dan dikafankan, Sugeng sempat menawarkan mobil ambulans gratis dari yayasannya untuk membawa jenazah ke tempat pemakaman umum (TPU).

Namun, kata Sugeng, ayah korban menolak dan memilih membawa jenazah menggunakan sepeda motor.

“Saya sempat menawarkan ambulans gratis, tapi ditolak. Jenazah akhirnya dibawa dengan dua motor oleh keluarga,” ucapnya.

Dalam perjalanan menuju makam, Sugeng mengaku dilanda kegelisahan karena merasa ada yang tidak wajar dengan kondisi tubuh korban. Meskipun secara etika pemandi jenazah tidak diperbolehkan menceritakan hal yang dilihat, ia merasa harus menyampaikan fakta yang mencurigakan itu demi keadilan bagi sang anak.

“Saya memutuskan untuk bicara karena luka-luka di tubuh anak itu tidak wajar. Saya yakin ini bukan karena jatuh, tapi karena penganiayaan,” tegasnya.

Setelah proses pemakaman, kecurigaan Sugeng terbukti benar. Seorang warga datang dan menyampaikan bahwa sudah ada dugaan kekerasan dari orang tua korban sebelum kematian terjadi.

“Ada seorang ibu datang dan bilang, ‘ini sudah dikubur? Saya terlambat, karena anak ini diduga dianiaya orang tuanya’. Saat itu saya langsung yakin dengan apa yang saya lihat dan akhirnya kami sepakat melaporkannya ke pihak berwajib,” kata Sugeng.

Laporan resmi dilakukan pada hari yang sama setelah pemakaman, untuk menghindari kemungkinan pelaku melarikan diri. Polisi kemudian bergerak cepat mengamankan ibu tiri korban berinisial RN (30), yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan anak hingga meninggal dunia tersebut.

(Pandu)

Tags: Bocah Tewas BojonggedeIbu TiriKesaksian KorbanLuka LebamPemandi JenazahPenganiayaan AnakPolres Metro DepokSugeng

Related Posts

Warga Gunung Putri Ditemukan Tewas di Rumah, Ketua RW Ungkap Kondisi Korban Sebelum Meninggal
Peristiwa

Warga Gunung Putri Ditemukan Tewas di Rumah, Ketua RW Ungkap Kondisi Korban Sebelum Meninggal

October 15, 2026
Tercium Bau Tak Sedap, Warga Gunung Putri Ditemukan Membusuk Didalam Rumah
Peristiwa

Tercium Bau Tak Sedap, Warga Gunung Putri Ditemukan Membusuk Didalam Rumah

October 15, 2026
Cium Aroma Tak Sedap, Warga Cibinong Temukan Perempuan Tewas Didalam Rumah
Peristiwa

Cium Aroma Tak Sedap, Warga Cibinong Temukan Perempuan Tewas Didalam Rumah

October 15, 2026
Diduga Rem Blong, Mobil Elf Terjun Kedalam Sungai di Ciawi
Peristiwa

Diduga Rem Blong, Mobil Elf Terjun Kedalam Sungai di Ciawi

October 14, 2026
Pengukuran Terjadwal Jadi Cara Kementerian ATR/BPN Benahi Alur Kerja Petugas Ukur dan Edukasi Masyarakat
Peristiwa

Pengukuran Terjadwal Jadi Cara Kementerian ATR/BPN Benahi Alur Kerja Petugas Ukur dan Edukasi Masyarakat

October 12, 2026
Diduga Mengantuk, Pajero Sport Terguling di Tol Jagorawi KM 29.600
Peristiwa

Diduga Mengantuk, Pajero Sport Terguling di Tol Jagorawi KM 29.600

October 12, 2026
Next Post
Sebelum Nyawa Melayang, Ini Cerita Tetangga Soal Luka-Luka di Tubuh Kecil Arrasya

Sebelum Nyawa Melayang, Ini Cerita Tetangga Soal Luka-Luka di Tubuh Kecil Arrasya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • Jaro Ade Tinjau KDKMP Pakansari, Dorong Pembangunan Menyeluruh di 416 Desa dan 19 Kelurahan
  • Achmad Fathoni Minta Satpol PP Tegas Soal Jam Operasional Kafe di Metland Cileungsi
  • Nongkrong hingga Dini Hari di Metland Cileungsi Disorot, Jam Operasional Kafe Diminta Dibatasi
  • Drainase Pasar Cileungsi Kerap Mampet, Achmad Fathoni Soroti Kabel PLN dan Pipa PDAM
  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?