Cigudeg, SuaraBotim.com – Sebuah video yang menampilkan istri Kepala Desa (Kades) Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, tengah memamerkan tumpukan uang pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu viral di media sosial.
Dalam video tersebut, sang istri terlihat makan bersama seorang pria bernama Ocim, yang disebut sebagai orang kepercayaannya.
Video berdurasi singkat itu menuai perhatian publik setelah diunggah ulang oleh berbagai akun media sosial, termasuk @jabodetabek24info di Instagram.
Narasi yang menyertai unggahan tersebut menyebut bahwa video itu dibuat sebagai respons atas penutupan sementara aktivitas perusahaan tambang di wilayah Cigudeg dan sekitarnya oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
“Ocim doank nih nggak lockdown,” ujar istri Kades Rengasjajar dalam video itu.
“Nggak ngaruh, nggak lockdown,” timpal Ocim.
Istri Kades Rengasjajar menambahkan bahwa kejadian tak menyenangkan yang terjadi tidak berpengaruh pada Ocim ataupun dirinya.
“Nggak ngaruh. Maaf ya nggak ngaruh,” katanya.
Video tersebut pun memicu reaksi keras warganet, terutama setelah banyak warga Rengasjajar mengeluhkan kehilangan mata pencaharian akibat penghentian sementara aktivitas tambang di daerah mereka.
Menanggapi viralnya video tersebut, Kades Rengasjajar, Rusli, akhirnya buka suara. Ia menegaskan bahwa video itu sudah lama direkam dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan kebijakan penutupan tambang oleh Gubernur Jawa Barat.
Video itu dibuat sudah lama. Tujuannya hanya untuk bercanda dengan sopir truk tambang yang bekerja untuk istrinya.
Ia menambahkan, video tersebut awalnya hanya diunggah di status WhatsApp pribadi, namun kemudian disimpan oleh seseorang dan disebarluaskan dengan narasi yang keliru.
Menurut Rusli, video itu bocor setelah diunduh orang dari status WhatsApp, lalu disebar dengan narasi yang tidak sesuai konteks.
Namun, Rusli memaparkan, awal mula video istrinya memperlihatkan tumpukan uang bocor ke publik setelah diunggah di status WhatsApp, di-download oleh orang dan kemudian disebar ke publik dengan narasi yang kurang baik.
(Pandu)







