Friday, April 17, 2026
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Wacana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan di Tengah Kisruh Kenaikan Gaji DPR, Warga Khawatir Terbebani

by Arsyit Syarifudin
August 27, 2025
in Kesehatan
0
Wacana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan di Tengah Kisruh Kenaikan Gaji DPR, Warga Khawatir Terbebani
Share on FacebookShare on Twitter

Gunung Sindur, SuaraBotim.Com – Di tengah ramainya polemik soal kenaikan gaji Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, masyarakat kembali dibuat resah dengan munculnya wacana kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Meski masih sebatas wacana, isu ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan peserta, khususnya peserta mandiri.

READ ALSO

Manfaat Buah Naga untuk Balita: Superfood Alami yang Baik untuk Tumbuh Kembang

‎Dinkes Bogor Turunkan 975 Nakes di Pospam, Pemudik Dapat Layanan Kesehatan Gratis ‎

Salah satunya disampaikan oleh Hayuwindi (40), warga asal Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Ia mengaku khawatir jika iuran BPJS Kesehatan kembali naik, mengingat beban biaya yang sudah cukup besar setiap bulan.

“Aduuuhhh pusing, jangan dong. Kebetulan aku ikut BPJS mandiri, keluarga aku besar, ada enam orang. Anak empat, aku sama suami. Kalau kelas 1 itu kan sekitar Rp150 ribu per orang, jadi sebulan bisa sampai Rp900 ribu,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Rabu (27/8/25).

“Kebetulan sekarang ditanggung kantor, jadi agak kebantu. Tapi dulu suami sempat kena pengurangan, jadi kami harus mandiri lagi, dan itu kerasa banget,” lanjutnya.

Meski merasa terbantu dengan adanya BPJS, khususnya saat menghadapi kondisi darurat medis, Hayuwindi menilai iuran bulanan yang cukup tinggi tetap memberatkan peserta mandiri.

“Kalau dibilang terbebani sih enggak, karena aku ngerasain manfaatnya. Anak aku pernah lahir prematur, harus masuk ruang PICU, bahkan ada perawatan khusus sampai setahun. Kalau enggak pakai BPJS, mungkin aku keluar biaya ratusan juta. Jadi aku terbantu banget,” katanya.

Namun di sisi lain, ia mengingatkan bahwa tidak semua anggota keluarga selalu sakit dan menggunakan layanan BPJS.

“Anak aku ada yang jarang sakit, jadi ya itungannya subsidi silang, yang sehat membantu yang sakit. Tapi tetap aja, bayar Rp900 ribu per bulan buat enam orang itu lumayan banget, apalagi kalau ditanggung sendiri,” ungkapnya.

Hayuwindi berharap, pemerintah tidak terburu-buru mengambil keputusan. Karena, ia menilai kondisi ekonomi masyarakat saat ini belum stabil sehingga kebijakan kenaikan iuran justru bisa semakin membebani.

“Kalau bisa jangan sekarang, kondisi ekonomi kita lagi enggak baik-baik saja. Pasti iuran suatu saat akan naik, itu wajar, karena ekonomi juga berubah,” ucapnya.

“Tapi lihat momen yang tepat. Saat ini kan harga-harga naik, wabah penyakit juga banyak, jadi kesehatan makin dibutuhkan. Kalau sekarang dinaikkan, berat banget bagi masyarakat,” terusnya.

Hal senada disampaikan oleh Sri (40), warga lainnya. Ia menilai kenaikan iuran BPJS Kesehatan akan semakin membebani masyarakat kecil, terutama mereka yang tidak bekerja atau tidak memiliki perusahaan yang menanggung sebagian biaya.

“Kalau bisa jangan lah, kasihan kita-kita. Kalau saya masih mending, karena kerja. Jadi 50 persen ditanggung perusahaan, 50 persen pribadi. Tapi kalau yang enggak kerja, kasihan banget. Pasti merasa terbebani. Makanya kalau ada bansos, ya sudah saya terima saja dari RT,” katanya.

Meski baru sebatas wacana, isu kenaikan iuran BPJS Kesehatan terus menjadi perbincangan hangat. Banyak masyarakat yang berharap pemerintah lebih memprioritaskan stabilitas ekonomi sebelum menaikkan iuran yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar rakyat.

Program BPJS Kesehatan sendiri hingga kini masih menjadi andalan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan. Namun, keseimbangan antara keberlangsungan program dan kemampuan finansial peserta perlu menjadi pertimbangan utama pemerintah sebelum membuat kebijakan baru.

 

(Pandu)

Tags: BPJS KesehatanGunung SindurKenaikan IuranKesehatanMasyarakatWacana

Related Posts

Manfaat Buah Naga untuk Balita: Superfood Alami yang Baik untuk Tumbuh Kembang
Kesehatan

Manfaat Buah Naga untuk Balita: Superfood Alami yang Baik untuk Tumbuh Kembang

March 23, 2026
‎Dinkes Bogor Turunkan 975 Nakes di Pospam, Pemudik Dapat Layanan Kesehatan Gratis ‎
Kesehatan

‎Dinkes Bogor Turunkan 975 Nakes di Pospam, Pemudik Dapat Layanan Kesehatan Gratis ‎

March 19, 2026
Ipeck Tegaskan Bakal Bongkar Asal-usul Tanah Warga Ciangsana
Kesehatan

Ipeck Ingatkan Pelaksana MBG: “Kasih Makanan Tak Layak, Kami Tutup!

March 9, 2026
Layanan DSA Hadir di RSUD Bakti Pajajaran, Kadinkes: Kecepatan Penanganan Selamatkan Pasien Stroke
Kesehatan

Layanan DSA Hadir di RSUD Bakti Pajajaran, Kadinkes: Kecepatan Penanganan Selamatkan Pasien Stroke

March 4, 2026
RSUD Bakti Pajajaran Resmikan Beberapa Layanan Baru
Kesehatan

RSUD Bakti Pajajaran Resmikan Beberapa Layanan Baru

March 4, 2026
Satu Tahun Pimpin Bogor, Rudy Susmanto–Jaro Ade Tuai Apresiasi Ketua DPRD Sastra Winara
Kesehatan

Fasilitas DSA Hadir di RSUD Bakti Pajajaran, Sastra Winara: Terobosan Luar Biasa

March 4, 2026
Next Post
Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Gunung Sindur

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Gunung Sindur

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • Jalan Raya Puncak 2 Bogor Tertutup Longsor, Pengendara Diminta Waspada
  • Retret Ketua DPRD Se-Indonesia di Magelang, Sastra Winara: Perkuat Sinergi Pembangunan Nasional
  • Pemkab Bogor, Pemkot Bogor, dan Danantara Finalisasi Lokasi PSEL Bogor Raya di TPA Galuga
  • Jembatan Penghubung di Tanjungsari Bogor Amblas Diterjang Longsor, Akses Warga Lumpuh
  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?