Monday, June 1, 2026
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Wacana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan di Tengah Kisruh Kenaikan Gaji DPR, Warga Khawatir Terbebani

by Arsyit Syarifudin
August 27, 2025
in Kesehatan
0
Wacana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan di Tengah Kisruh Kenaikan Gaji DPR, Warga Khawatir Terbebani
Share on FacebookShare on Twitter

Gunung Sindur, SuaraBotim.Com – Di tengah ramainya polemik soal kenaikan gaji Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, masyarakat kembali dibuat resah dengan munculnya wacana kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Meski masih sebatas wacana, isu ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan peserta, khususnya peserta mandiri.

READ ALSO

Ternyata, Dari 638 SPPG di Kabupaten Bogor, Baru 40 Persen yang Punya Sertifikat Higiene

RS Permata Jonggol Gelar Seminar Autoimun, Edukasi Masyarakat soal Fakta, Mitos dan Harapan Kesembuhan

Salah satunya disampaikan oleh Hayuwindi (40), warga asal Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Ia mengaku khawatir jika iuran BPJS Kesehatan kembali naik, mengingat beban biaya yang sudah cukup besar setiap bulan.

“Aduuuhhh pusing, jangan dong. Kebetulan aku ikut BPJS mandiri, keluarga aku besar, ada enam orang. Anak empat, aku sama suami. Kalau kelas 1 itu kan sekitar Rp150 ribu per orang, jadi sebulan bisa sampai Rp900 ribu,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Rabu (27/8/25).

“Kebetulan sekarang ditanggung kantor, jadi agak kebantu. Tapi dulu suami sempat kena pengurangan, jadi kami harus mandiri lagi, dan itu kerasa banget,” lanjutnya.

Meski merasa terbantu dengan adanya BPJS, khususnya saat menghadapi kondisi darurat medis, Hayuwindi menilai iuran bulanan yang cukup tinggi tetap memberatkan peserta mandiri.

“Kalau dibilang terbebani sih enggak, karena aku ngerasain manfaatnya. Anak aku pernah lahir prematur, harus masuk ruang PICU, bahkan ada perawatan khusus sampai setahun. Kalau enggak pakai BPJS, mungkin aku keluar biaya ratusan juta. Jadi aku terbantu banget,” katanya.

Namun di sisi lain, ia mengingatkan bahwa tidak semua anggota keluarga selalu sakit dan menggunakan layanan BPJS.

“Anak aku ada yang jarang sakit, jadi ya itungannya subsidi silang, yang sehat membantu yang sakit. Tapi tetap aja, bayar Rp900 ribu per bulan buat enam orang itu lumayan banget, apalagi kalau ditanggung sendiri,” ungkapnya.

Hayuwindi berharap, pemerintah tidak terburu-buru mengambil keputusan. Karena, ia menilai kondisi ekonomi masyarakat saat ini belum stabil sehingga kebijakan kenaikan iuran justru bisa semakin membebani.

“Kalau bisa jangan sekarang, kondisi ekonomi kita lagi enggak baik-baik saja. Pasti iuran suatu saat akan naik, itu wajar, karena ekonomi juga berubah,” ucapnya.

“Tapi lihat momen yang tepat. Saat ini kan harga-harga naik, wabah penyakit juga banyak, jadi kesehatan makin dibutuhkan. Kalau sekarang dinaikkan, berat banget bagi masyarakat,” terusnya.

Hal senada disampaikan oleh Sri (40), warga lainnya. Ia menilai kenaikan iuran BPJS Kesehatan akan semakin membebani masyarakat kecil, terutama mereka yang tidak bekerja atau tidak memiliki perusahaan yang menanggung sebagian biaya.

“Kalau bisa jangan lah, kasihan kita-kita. Kalau saya masih mending, karena kerja. Jadi 50 persen ditanggung perusahaan, 50 persen pribadi. Tapi kalau yang enggak kerja, kasihan banget. Pasti merasa terbebani. Makanya kalau ada bansos, ya sudah saya terima saja dari RT,” katanya.

Meski baru sebatas wacana, isu kenaikan iuran BPJS Kesehatan terus menjadi perbincangan hangat. Banyak masyarakat yang berharap pemerintah lebih memprioritaskan stabilitas ekonomi sebelum menaikkan iuran yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar rakyat.

Program BPJS Kesehatan sendiri hingga kini masih menjadi andalan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan. Namun, keseimbangan antara keberlangsungan program dan kemampuan finansial peserta perlu menjadi pertimbangan utama pemerintah sebelum membuat kebijakan baru.

 

(Pandu)

Tags: BPJS KesehatanGunung SindurKenaikan IuranKesehatanMasyarakatWacana

Related Posts

Ternyata, Dari 638 SPPG di Kabupaten Bogor, Baru 40 Persen yang Punya Sertifikat Higiene
Kesehatan

Ternyata, Dari 638 SPPG di Kabupaten Bogor, Baru 40 Persen yang Punya Sertifikat Higiene

May 20, 2026
RS Permata Jonggol Gelar Seminar Autoimun, Edukasi Masyarakat soal Fakta, Mitos dan Harapan Kesembuhan
Kesehatan

RS Permata Jonggol Gelar Seminar Autoimun, Edukasi Masyarakat soal Fakta, Mitos dan Harapan Kesembuhan

May 18, 2026
Banyak SPPG Tak Penuhi Standar, BGN Hentikan Sementara 1.242 Dapur MBG
Kesehatan

Banyak SPPG Tak Penuhi Standar, BGN Hentikan Sementara 1.242 Dapur MBG

May 15, 2026
‎Dinkes Kabupaten Bogor Imbau Warga Waspada Hantavirus dari Tikus
Kesehatan

‎Dinkes Kabupaten Bogor Imbau Warga Waspada Hantavirus dari Tikus

May 15, 2026
‎Sastra Winara Sebut Program MBG Bantu Tingkatkan Gizi Anak di Kabupaten Bogor
Kesehatan

‎Sastra Winara Sebut Program MBG Bantu Tingkatkan Gizi Anak di Kabupaten Bogor

May 12, 2026
Manfaat Buah Naga untuk Balita: Superfood Alami yang Baik untuk Tumbuh Kembang
Kesehatan

Manfaat Buah Naga untuk Balita: Superfood Alami yang Baik untuk Tumbuh Kembang

March 23, 2026
Next Post
Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Gunung Sindur

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Gunung Sindur

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ajak Generasi Muda Perkuat Persatuan di Hari Lahir Pancasila
  • Hari Lahir Pancasila 2026, Bupati Bogor: Persatuan Jadi Benteng Pertahanan Terakhir Bangsa
  • Diduga Korsleting Listrik, Satu Rumah di Ciampea Bogor Ludes Terbakar
  • ‎Bupati Bogor Resmi Buka KaBogorFest 2026, Hadirkan Festival Rakyat hingga Bazar UMKM di Pakansari ‎
  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?