Cileungsi, SuaraBotim.Com – Presidium Bogor Timur menggelar acara buka puasa bersama sekaligus menyantuni 30 anak yatim yang digelar di Kantor Presidium Bogor Timur, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, pada Jumat (7/3/2025).
Acara tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) Presidium Bogor Timur.

Ketua Presidium Bogor Timur, Alhafiz Rana menegaskan, bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi tahunan dalam bulan Ramadan. Selain sebagai ajang berbagi, acara ini juga menjadi momentum untuk memperkuat dukungan masyarakat serta mengkonsolidasikan perjuangan pemekaran Bogor Timur.
“Seperti biasa di bulan Ramadan, kita mengadakan buka bersama sekaligus menyantuni anak yatim. Kita juga terus menggalang dukungan masyarakat dan mengkonsolidasikan perjuangan pemekaran Bogor Timur,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com.
Alhafiz juga menekankan, pentingnya peran para tokoh daerah dalam perjuangan pemekaran ini. Salah satu tokoh yang hadir adalah H. Mulyadi anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra. Menurutnya, dengan Presiden, Gubernur, dan Bupati Bogor yang berasal dari satu partai, peluang untuk mendorong pemekaran Bogor Timur semakin besar.
“Hari ini kita bersyukur, Presiden dari Bogor, Gubernur, dan Bupati berasal dari satu partai. Ini memudahkan kita untuk berbicara langsung kepada mereka agar Bogor Timur menjadi prioritas pemekaran di Indonesia,” terangnya.
Selain itu, Alhafiz juga mengajak seluruh pengurus DPK di wilayah Klapanunggal dan Cileungsi untuk segera berkonsolidasi hingga tingkat desa.
“Segera bentuk kepengurusan desa dan koordinasi dengan kepala desa agar gaung pemekaran Bogor Timur semakin kuat. Kita juga harus membuka pemikiran agar desentralisasi pendataan daerah segera terjadi, mengingat Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk yang sangat padat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Alhafiz menegaskan bahwa Presidium Bogor Timur menargetkan pemekaran dapat terwujud pada tahun 2026. Momen Ramadan kali ini dianggap sebagai waktu yang tepat untuk mengonsolidasikan kekuatan masyarakat Bogor Timur, mulai dari unsur DPR, para tokoh, kepala desa, hingga aktivis pemekaran di setiap kecamatan.
“Kami ingin perjuangan ini benar-benar sampai ke Pak Prabowo. Oleh karena itu, selain santunan anak yatim, kami juga meminta doa dari mereka agar perjuangan ini segera terealisasi,” ujarnya.
Sementara itu, anggota DPR RI Fraksi Gerindra H. Mulyadi menyatakan, dukungannya terhadap perjuangan pemekaran Bogor Timur.
“Saya hadir di sini untuk bersilaturahmi dalam acara buka puasa bersama sekaligus menghadiri pelantikan pengurus DPK Presidium Bogor Timur dan santunan anak yatim,” katanya.
Ia juga memberikan semangat kepada masyarakat agar terus berjuang dalam proses pemekaran, meskipun saat ini pemerintah masih menerapkan moratorium daerah otonomi baru (DOB) dan sedang melakukan efisiensi.
“Sebagai wakil dari Bogor, saya memiliki tanggung jawab untuk memastikan perjuangan saudara-saudara kita ini berhasil, sehingga Kabupaten Bogor Timur bisa segera terbentuk,” tutupnya.
(pandu)







