Gunung Putri, SuaraBotim.com – Setelah ambruknya bangunan kelas di SMKN 1 Gunung Putri, diketahui sebelumnya atap di SMKN 1 Cileungsi juga mengalami kerusakan serupa akibat cuaca ekstrem.
Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi V, Farabi El Fouz A. Rafiq, menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap keamanan lingkungan dan struktur bangunan sekolah di wilayah Bogor dan sekitarnya.
“Ini harus jadi perhatian serius. Kami melakukan kunjungan lapangan dan dari hasil keterangan saksi serta pihak sekolah, kejadian di Gunung Putri ini didahului oleh pohon yang ambruk,” kata Farabi kepada SuaraBotim.Com, Selasa (4/11/25).
Menurutnya, kondisi alam di wilayah Bogor, termasuk Cileungsi dan Gunung Putri, yang subur dan memiliki curah hujan tinggi membuat pertumbuhan pohon cepat, namun juga berpotensi membahayakan jika tidak diawasi dengan baik.
“Kita tahu Bogor ini daerah yang sangat subur, tapi kita juga harus mengawasi pohon-pohon di sekitar sekolah agar aman. Karena cuaca ekstrem dan hujan deras bisa menyebabkan pohon tumbang, bahkan di daerah lain sering sampai menimbulkan korban jiwa,” jelasnya.
Farabi meminta, agar seluruh pihak sekolah dan instansi terkait rutin melakukan evaluasi terhadap kondisi pepohonan di sekitar sekolah, minimal setiap tiga bulan sekali.
“Saya minta tiap tiga bulan dilakukan evaluasi. Jangan nunggu musim hujan baru diperiksa. Pohon-pohon yang berisiko harus dirapikan sesuai standar keamanan tertinggi tanpa mengabaikan fungsi penghijauan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi antara pihak sekolah dan instansi lain seperti PLN dalam proses pemangkasan atau penebangan pohon, terutama yang berada di dekat jaringan listrik bertegangan tinggi.
“Dapat informasi dari staf sekolah bahwa penebangan pohon di belakang sekolah harus koordinasi dengan PLN karena dekat saluran tegangan tinggi. Jadi, pengawasan dan komunikasi antarinstansi itu penting,” ujarnya.
Selain faktor lingkungan, Farabi juga meminta adanya evaluasi berkala terhadap kekuatan bangunan sekolah dari sisi rekayasa teknik (engineering). Ia menilai, setiap bangunan sekolah, baik SD, SMP, maupun SMA/SMK harus memiliki analisis struktur dan perawatan rutin untuk memastikan keamanannya.
“Kita juga minta ada analisis engineering secara berkala. Ini berlaku untuk semua sekolah, bukan hanya SMKN 1 Gunung Putri. Karena ini fasilitas publik, kekuatan dan kerawanannya harus dipelajari dan dirawat dengan baik,” tutupnya.
Ia menambahkan, hasil kunjungan Komisi V DPRD Jawa Barat akan dijadikan bahan evaluasi bersama Dinas Pendidikan dan instansi terkait untuk meningkatkan standar keselamatan di seluruh sekolah di Jawa Barat.
(Pandu)







